Breaking News:

Cegah Hari Kejepit Jadi Alasan Pemerintah Geser Libur Maulid Nabi, Menko PMK: Kita Sudah Pengalaman

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkap alasan menggeser hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW.

Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUN JOGJA
Ilustrasi kalender 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkap alasan menggeser hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rupanya, hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW digeser demi mencegah ‘hari kejepit’.

Pemerintah mengkhawatirkan adanya pergerakan massa yang besar karena hari kejepit pada Senin (18/10/2021).

"Sehingga, jika liburnya tetap di Hari Selasa, maka akan banyak orang yang memanfaatkan Hari Senin untuk izin tidak masuk," kata Muhadjir melalui keterangan tertulis, Senin (18/10/2021).

Muhadjir mengungkapkan, dari pengalaman- pengalaman sebelumnya, setiap terjadi libur panjang akan diikuti pergerakan orang dalam jumlah besar, dari satu tempat ke tempat yang lain.

Baca juga: Cara Dapat Uang Lewat Aplikasi HP FunLuck, Cuma Modal Download dan Main Game Bisa Dapat Saldo DANA

Hampir dipastikan hal tersebut akan diikuti dengan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia.

Dirinya mengakui saat ini kasus Covid-19 memang telah melandai.

Namun menurutnya, dengan kasus yang sudah turun ini akan membuat pemerintah lebih waspada dan lebih fokus untuk mencegah penambahan jumlah kasus-kasus baru.

"Kita tidak ingin main-main lagi, karena kita sudah pengalaman setiap kasus sudah turun kita membiarkan libur panjang tanpa adanya intervensi kebijakan."

"Itu akan diikuti dengan kenaikan kasus," ucap Muhadjir.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved