Breaking News:

Polisi Tembak Laskar FPI dari Jarak Dekat hingga Peluru Tembus ke Bagasi, Jaksa: Tanpa Belas Kasihan

Dua terdakwa kasus pembunuhan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) dihadirkan dalam sidang, Senin (18/10/2021).

Editor: Muh Ruliansyah
(KOMPAS.COM/FARIDA)
Salah satu adegan dalam Rekonstruksi Kasus Penembakan Enam Anggota FPI di Karawang, Senin (14/12/2020) dini hari 

TRIBUNPALU.COM - Dua terdakwa kasus pembunuhan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) dihadirkan dalam sidang, Senin (18/10/2021).

Terdakwa yakni Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Mohammad Yusmin Ohorella hadir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel).

Adapun keduanya didakwa telah melakukan pembunuhan secara sengaja dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian terhadap enam Laskar Front Pembela Islam (FPI).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zet Tadung Allo dalam dakwaannya mengungkapkan mulanya Ipda Elwira Priadi (almarhum) melakukan tembakan mematikan ke arah mobil Chevrolet yang ditunggangi 6 anggota FPI yang melarikan diri di sekitar jembatan Badami Jalan Interchange Kabupaten Karawang, Jawa Barat 7 Desember 2020.

Dalam peristiwa itu, Fikri dan Yusmin turut melakukan penembakan tanpa memperkirakan akibat yang ditimbulkan.

Baca juga: Tegas! Negara Tak Izinkan WNI Datang Akan Dicoret dari Daftar yang Boleh Masuk Indonesia

"Ipda Mohammad Yusmin Ohorella yang berada di atas mobil Avanza warna silver Nomor Pol. K 9143 EL turut serta melakukan dengan sengaja merampas nyawa orang lain dengan cara melakukan penembakan tanpa memperkirakan akibatnya bagi orang lain," kata Zet dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (18/10/2021).

"Ipda Mohammad Yusmin Ohorella melakukan penembakan beberapa kali yang diikuti oleh terdakwa turut melakukan penembakan dengan senjata api CZ C063937 KAL 9 MM ke arah penumpang yang berada di atas mobil anggota FPI yang duduk jok tengah," tambah Zet.

Akibat tindakan itu, dua anggota FPI atas nama Faiz Ahmad Syukur dan satu orang lainnya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di Rest Area KM 50.

Selain itu, Fikri juga ikut menembakkan peluru tajam ke anggota FPI, M. Reza dan Muhammad Suci Khadavi Poetra saat membawa 4 anggota Laskar itu ke Polda Metro Jaya.

Tindakan ini Fikri lakukan setelah melakukan tembakan mematikan ke beberapa anggota FPI itu terlebih dahulu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved