Tips Public Speaking: Kenali Pemanasan Vokal Sebelum Bicara di Depan Umum, Simak Manfaatnya
Berikut ini kami sampaikan manfaat warming up atau pemanasan vokal sebelum berbicara di depan umum atau public spekaing.
Tips Public Speaking: Kenali Warming Up atau Pemanasan Vokal Sebelum Berbicara
TRIBUNPALU.COM - Public speaking merupakan salah satu seni berbicara yang bermodalkan suara.
Jika Anda ingin berkecimpung di dunia public speaking, sudah sepantasnya Anda mempersiapkan dengan baik.
Seperti persiapan materi, penyampaian hingga vokal.
Beberapa waktu lalu kami sudah memberikan kunci keberhasilan public spekaing yang tak lain ialah percaya diri.
Untuk mengetahui tentang hal tersebut, Anda dapat membaca artikel kami melalui link di bawah ini.
>> Tips Membangun Percaya Diri saat Public Speaking
Namun pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan informasi kepada Anda tentang pengetahuan pemanasan atau warming up.
Hal ini bisa Anda lakukan sebelum memulai aktivitas berbicara di depan umum.
Lalu bagaimana itu warming up atau pemanasan vokal sebelum melakukan public speaking?
Pemanasan vokal sebelum berbicara di depan umum bisa Anda lakukan di antaranya dengan senam mulut.
Senam mulut memiliki banyak bentuk, termasuk di dalamnya pemanasan lidah, rahang hingga otot leher.
Berikut ini kami sampaikan informasi mengenai pentingnya pemanasan vokal yang telah kami lansir dari laman Virtual Speech.
Baca juga: Tips Public Speaking: Ketahui Penyebab Anda Tidak Percaya Diri saat Berbicara di Depan Umum
Pentingnya Warming Up atau Pemanasan Sebelum Public Speaking
Apabila berbicara tentang pemanasan vokal, maka sama halnya saat berbincang tentang pemanasan olahraga.
Saat Anda akan melakukan olahraga, sudah sepantasnya mempersiapkan terlebih dahulu dengan warming up.
Begitu juga dengan public sepaking yang menggunakan vokal di dalam aktivitasnya.
Anda perlu melakukan pemanasan vokal terlebih dahulu.
Pemanasan vokal ini penting dilakukan bagi orang yang berkecimpung di dunia public speaking, misalnya saja presenter, penyanyi, guru, sales hingga orang biasa yang sering presentasi.
Jika Anda melakukan pamanasan vokal, maka beberapa manfaat berikut ini bisa Anda dapatkan:
- Pemanasan vokal ini berguna untuk merenggangkan pita suara Anda sebelum berbicara di depan umum.
- Setelah melakukan pemanasan vokal ini, pita suara Anda akan jauh lebih lentur.
- Aliran darah menuju laring, paru-paru, lidah hingga bibir juga berjalan lancar.
- Pemanasan vokal juga dapat mengurangi kelelahan dan suara tidak mudah serak.
- Dengan melakukan pemanasan vokal, sangat memungkinkan Anda menjangkau anda yang luas dan bisa meningkatkan performa public speaking Anda.
Untuk mendapatkan berbagai manfaat tersebut, paling tidak Anda dapat melakukan pemanasan vokal sekurang-kurangnya 15 menit sebelum tampil.
Kemampuan vokal memang merupakan salah satu bentuk komunikais verbal yang paling efektif.
Namun yang perlu Anda ketahui, kemampuan vokal tidak hanya bergantung pada apa yang Anda katakan, tetapi juga bagaimana cara Anda mengatakannya.
Baca juga: Tips Public Speaking: Hindari 5 Kesalahan Pengucapan Ini Saat Menjadi MC atau Master of Ceremony

Pentingnya Komuniaksi Nonverbal dan Intonasi Suara saat Public Speaking
Dalam sebuah presentasi, hal yang terpenting bukanlah slide presentasi, melainkan diri kamu sendiri sebagai aktor dari penampilan tersebut.
Hal tersebut kami dapat dari sumber utama melalui laman LLDIKTI 8 Ristek Dikti yang kami lansir pada Selasa (5/10/2021).
Oleh karenanya, penyampaian sebuah presentasi amatlah penting untuk memaksimalkan penyampaian pesan tersebut.
Saat menyampaikan pesan, materi yang kamu buat bukan lagi menjadi keutamaan, melainkan komunikasi nonverbal yang kamu gunakan jauh lebih penting.
Komunikasi nonverbal terdiri dari dua macam, yakni bahasa tubuh dan intonasi suara.
Bahasa tubuh yang dimaksud seperti gesture, ekspresi, kontak mata, pergerakan tangan, perpindahan dan cara berdiri Anda di depan audiens.
Kemudian untuk intonasi suara yang harus kamu ketahui adalah tinggi rendahnya nada, kecepatan dan volume dalam berbicara.
Komponen komunikasi nonverbal seperti bahasa tubuh dan intonasi inilah yang akan memberikan indikasi audiens.
Terutama saat audiens ingin mengetahui pikiran dan perasaan kamu sebagai seorang presenter.
Baca juga: Tips Melatih Percaya Diri saat Public Speaking dengan Cara Berbicara Sendiri, Simak Penjelasannya
Komunikasi nonverbal juga dapat mendukung dan memperkuat pesan verbal yang Anda sampaikan.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal University of California Los Angeles, Prof Albert Mehrabian, dalam sebuah komunikais terdapat komponen yang memiliki berbagai macam pengaruh.
Penelitian itu menyebut bahasa tubuh memiliki dampak paling besar dalam komunikasi yakni sebesar 55%.
Sedangkan intonasi suara menyumbang 38% dan kata-kata atau pesan yang Anda sampaikan memiliki bobot hanya 7% saja.
Sehingga komunikasi nonverbal memiliki peran cukup banyak untuk keefektifan sebuah proses komunikasi yakni mencapai 93%.
Oleh karena itu dapat dikatakan jika bahasa tubuh sangatlah penting dalam sebuah proses komunikasi, seperti halnya presentasi.
Sebagai contoh, saat Anda mengatakan "saya senang berada di panggung ini", namun ekspresi dan nada bicara kamu menggambarkan seseorang yang penuh tekanan.
Alangkah baiknya jika kamu mengatakan hal itu, Anda bisa menggunakan ekspresi dan kontak mata yang lebih ceria dan menggambarkan perasaan senang Anda kepada audiens.
(TribunPalu.com/Hakim)