Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Rapid Antigen Jadi Syarat Penerbangan Palu-Makassar, Cek Penjelasannya

Pelaku perjalanan dengan usian di bawah 12 tahun harus didampingi orangtuanya.

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/MOH SALAM
Suasana ruangan check in di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu kembali mengeluarkan syarat dan ketentuan perjalanan transportasi udara di masa Pandemi Covid-19.

Diketahui Kota Palu saat ini status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun menjadi level 2.

Humas Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu Nikma menngatakan, Aturan Penerbangan Palu di masa PPKM Level 2 diatur instruksi Mendagri Nomor 53 dan 54 serta Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 nomor 21 tahun 2021.

Selain itu juga diperkuat dengan Surat Edaran Menhub nomor 88 tahun 2021.

Dari atau ke Pulau Jawa dan Bali serta antarkota dan wilayah PPKM level 3 serta 4 maka wajib memperlihatkan RT-PCR 2x24 jam.

Baca juga: Pemerintah Turunkan Harga PCR Rp 300 Ribu, Direktur RSU Anutapura Palu: Ini Bukan Air Putih

Selain itu, penumpang pun harus wajib membawa Sertifikat Vaksin minimal dosis pertama.

Sementara itu untuk di luar wilayah Jawa dan Bali atau wilayah PPKM level 1 dan 2 maka bisa memperlihatkan RT PCR 2x24 jam atau Rapid Antigen 1x24 jam.

Contoh, Palu-Makassar maupun sebaliknya boleh Rapid Antigen.

"Jadi untuk wilayah PPKM level 3 dan 4, harus ada kartu vaksin minimal dosis pertama dan RT PCR dengan waktu 2x24 jam, kalau wilayah PPKM level 1 dan 2 itu bisa memperlihatkan RT PCR atau Antigen 1x24 jam," tutur Nikma, Selasa (25/10/2021).

Nikma menjelaskan, setiap pelaku perjalanan wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Aturan Penerbangan Palu Selama PPKM Level 2, Boleh Rapid Antigen dengan Ketentuan Berikut

Sementara pelaku perjalanan dengan usian di bawah 12 tahun harus didampingi orangtuanya.

"Untuk pelaku perjalanan usia 12 tahun kebawah itu wajib didampingi orangtua atau keluarganya dengan ada bukti Kartu Keluarga dan memenuhi persyarataan tes COVID-19," ujarnya.

Kewajiban untuk menunjukkan kartu vaksin dikecualikan bagi pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun.

"Untuk pelaku perjalanan memiliki penyakit khusus atau komorbid, maka itu wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kalau yang bersangkutan belum atau tidak dapat di vaksinasi COVID-19," sebut Nikma.

Dia mengingatkan pelaku perjalanan yang ingin menggunakan transportasi udara dapat benar-benar memperhatikan surat keterangan RT-PCR dan Antigen.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved