PB IDI Minta Nakes Persiapkan Diri Hadapi Kemungkinan Gelombang Covid-19 Akhir 2021
Gelombang Covid-19 di bulan Juli adalah kondisi yang menakutkan. Bahkan kematian dokter saat itu mencapai 216 orang selama satu bulan pada bulan Juli
TRIBUNPALU.COM - Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terpilih Adib Khumaidi meminta tenaga medis atau tenaga kesehatan (Nakes) mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 di akhir 2021.
Kasus Covid-19 di dalam negeri memang cenderung menurun namun, ia menegaskan tidak menutup kemungkinan kasus kembali naik karena adanya penurunan level PPKM.
“Kalau saya sebut ini adalah fase relaksasi,” kata Adib pada dialog produktif FMB9, Prokes Dilanggar Semua Rugi, dikutip dari TribunPalu.com, Sabtu (6/11/2021).
Adib mengatakan, situasi pandemi di Indonesia memang terkesan melandai, akan tetapi situasi pandemi juga berhubungan dengan situasi yang ada di luar Indonesia.
Karena di luar negeri masih ada kenaikan kasus seperti di Singapura, China, maupun Eropa.
Baca juga: Detik-detik Tembakan Tepat Sasaran TNI-Polri Bikin KKB Papua Kocar-kacir, Satu Tewas di Tempat
Ketua PB IDI itu mengatakan, Gelombang Covid-19 di bulan Juli adalah kondisi yang menakutkan.
Bahkan kematian dokter saat itu mencapai 216 orang selama satu bulan pada bulan Juli.
Hal ini yang menjadi konsen pihaknya agar masyarakat maupun pemerintah tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan karena akan sangat merugikan.
Ia juga meminta Nakes memulihkan tenaga di masa relaksasi untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus meskipun ia berharap hal ini tidak sampai terjadi.
Baca juga: Luhut dan Erick Thohir Dilaporkan ke KPK Soal Bisnis PCR, Pengamat: Kalau Terlibat Harus Dihentikan
Ketua PB IDI juga meminta Nakes untuk menjaga ketahanan mental.
“Menjadi sangat penting untuk kita kedepan. Kami selalu sampaikan kepada teman-teman tenaga medis dan tenaga kesehatan, kalau saat ini fase relaksasi buat teman-teman. Pulihkan tenaga, bersiap kalau ada kenaikan kasus. Walaupun kami juga berharap itu tidak terjadi. Tapi kita harus bersiap. Yang paling penting adalah menjaga ketahanan mental dari teman-teman tenaga medis dan tenaga Kesehatan,” ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dr-m-adib-khumaidi.jpg)