Jumat, 24 April 2026

Cerita Dibalik Kerupuk yang Ternyata Sudah Hadir Sejak Masa Penjajahan

Kerupuk sendiri memang memiliki berbagai jenis, namun yang paling lama sudah dikonsumsi yakni jenis kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi.

Kompas.com
Kerupuk 

TRIBUNPALU.COM – Siapa yang tidak mengenal kerupuk?

Rasanya masyarakat Indonesia sudah sangat mengenal makanan ringan yang kerap dijadikann sebagai pendamping makan nasi ini.

Tak hanya untuk temani makan nasi saja, kerupuk juga sangat cocok untuk pelengkap makan mie, bakso, gado-gado, bubur ayam,soto dan beberapa makanan lainnya.

Selain untuk menenami makan, kerupuk juga kerap kali dijadikan camilan ataupun menjadi makanan ringan yang diberi berbagai bumbu.

Kerupuk juga kerap kali hadir saat ada di lomba mempertingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.

Baca juga: Ria Ricis Menikah, Gubernur Ridwan Kamil Beri Kado Istimewa Ini

Biasanya dalam perayaan kemerdekaan Indonesia, terdapat lomba untuk menghabiskan kerupuk dengan ketentuan waktu yang sudah diberikan.

Makanan ringan yang terbuat dari tepung terigu dan juga berbagai bumbu dan campuran lainnya ini memiliki rasa yang gurih dan juga tekstur yang garing sehingga cukup digemari banyak orang.

Tak hanya orang dewasa saja yang menyukai kerupuk, namun orang dewasapun juga menyukai kerupuk

Proses pembuatan kerupuk sendiri rupanya juga cukup panjang, dan banyak yang masih menggunakan tenaga manusia sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Namun tidak semua produsen kerupuk menggunakan sepenuhnya tenaga manusia, banyak pabrik pembuatan kerupuk yang telah menggunakan mesin canggih sehingga proses pembuatannya pun juga semakin cepat.

Rupanya kerupuk adalah makanan yang sudah ada sejak masa penjajahan.

Melansir dari KompasTV, kerupuk tercatat dalam naskah jawa kuno, sejak sebelum abad ke-10 masehi.

Kerupuk sendiri memang memiliki berbagai jenis, namun yang paling lama sudah dikonsumsi yakni jenis kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi atau kulit kerbau karena saat itu belum berkembang kerupuk yang terbuat dari aci.

Diduga, kerupuk aci baru muncul pada abad ke-19 yang mana saat itu singkong jadi andalan sumber makanan oleh masyarakat Jawa.

Awalnya, singkong sendiri hanya diolah seperti direbus, dikukus ataupun digoreng.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved