Minggu, 3 Mei 2026

Moeldoko Ditolak Pendemo di Semarang, Rocky Gerung: Mau Cari Kemera Tapi Diusir dan Terekam Kamera

Rocky Gerung menilai aksi yang dilakukan Moeldoko untuk menemui pendemo di Semarang hanya sekadar untuk mencari simpati masyarakat.

Tayang:
istimewa via Kompas.com
Detik-detik Moeldoko diusir massa Aksi Kamisan di Semarang 

TRIBUNPALU.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko diusir oleh peserta aksi Kamisan di Taman Signature, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/11/2021).

Moeldoko didampingi sejumlah orang, di antaranya Ketua Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Saat itu Moeldoko berupaya untuk memberikan orasi.

Namun ternyata ditolak oleh massa.

“Udah, Pak, kami tidak mau Bapak ngomong di sini,” ujar salah seorang peserta.

Begitu mendapat penolakan dari massa, Moeldoko dan rombongan meninggalkan lokasi.

Kejadian ini ternyata menuai komentar dari pengamat politik Rocky Gerung.

Baca juga: Moeldoko Diusir Pendemo di Semarang karena Dianggap Cari Panggung: Kami Tidak Mau Bapak Ngomong

Baca juga: Pengamat Nilai Moeldoko Banyak Rugikan Jokowi: Manuvernya Lebih Jadi Beban Ketimbang Aset Pemerintah

Melihat hal tersebut, Rocky Gerung menilai bahwa Moeldoko hanya ingin mencari simpati dari masyarakat agar terlihat bahwa dirinya peduli terhadap pelanggaran HAM.

"Ngapain juga Pak Moeldoko berupaya untuk ke situ, sebetulnya kan itu kayak cari muka atau memberi kesan bahwa peduli," ujar Rocky Gerung, dikutip dari tayangan di kanal YouTube pribadinya.

Rocky Gerung lantas menyindir soal tewasnya pengawal Rizieq Shihab yang tidak perna mendapatkan sorotan dari istana.

"Buktinya nggak ada kepedulian sampai sekarang km 50 itu, nggak ada sinyal bahwa istana peduli terhadap pengawal Habib Rizieq kan," sambungnya.

Menurut Rocky, apa yang terjadi di acara Kamisan tersebut merupakan imbas dari kelakuan Moeldoko.

"Jadi Pak Moeldoko kena batunya apalagi pak moeldoko kasusnya masih panjang soal kudeta," tuturnya.

Namun di sisi lain, Rocky meminta agar kejadian seperti ini tidak dianggap sebagai aksi melecehkan pejabat negara.

"Jangan sampai soal seperti ini dianggap melecehkan pejabat," paparnya.

Baca juga: Rocky Gerung Usul Tes PCR Digratiskan: Bebanin Aja pada APBN, Ini Kebutuhan untuk Kendalikan Covid

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved