Tafsir Singkat Surah Al Kahfi Ayat 11 hingga 15, Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin dan Terjemahannya

Berikut ini kami sampaikan tafsir singkat Surah Al Kahfi ayat 11-15 yang dilengkapi dengan bacaan arab, latin dan terjemahannya.

Shutterstock
Bacaan Surah Al Kahfi ayat 1 hingga 10 yang dilengkapi dengan arab, latin dan terjemahan. 

Allah mengata-kan kepada Rasul saw bahwa kisah yang disampaikan ini mengandung kebenaran.

Maksudnya diceritakan menurut kejadian, tidak seperti yang dikenal oleh bangsa Arab.

Mereka telah mengenal kisah pemuda-pemuda penghuni gua ini, akan tetapi dalam bentuk yang berbeda.

Umayyah bin Abi Salt, seorang penyair Arab zaman permulaan Islam dari Bani Umayyah (w. 9 H), pernah dalam sebuah baitnya menyebut gua ini, yang menunjukkan bahwa bangsa Arab telah mengenal kisah ini.

Baitnya berbunyi: Tidak ada di situ kecuali ar-Raqim (batu bertulis) yang berada di dekatnya serta anjingnya.

Sedang kaum itu tidur dalam gua. Kemudian Allah menjelaskan bahwa sesungguhnya para penghuni gua itu adalah para pemuda yang beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan penuh keyakinan.

Meskipun masyarakat mereka menganut agama syirik, tetapi mereka dapat mempertahankan keimanan mereka dari pengaruh kemusyrikan.

Memang para pemuda pada umumnya mempunyai sifat mudah menerima kebenaran, mereka lebih cepat menerima petunjuk ke jalan yang benar dibandingkan dengan orang-orang tua yang sudah tenggelam dalam ajaran-ajaran yang batil.

Oleh karena itu, dalam sejarah, terutama sejarah perkembangan Islam, para pemuda yang lebih banyak pertama kali menerima ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Adapun orang tua, seperti tokoh-tokoh Quraisy, tetap mempertahankan ajaran agama yang salah, sedikit sekali di antara mereka yang menerima ajaran Islam.

Ayat 14

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah swt meneguhkan hati para pemuda itu dengan kekuatan iman, membulatkan tekad mereka kepada agama tauhid, dan memberikan keberanian untuk mengatakan kebenaran agama itu di hadapan raja Decyanus yang kafir dan sewenang-wenang.

Ketika raja itu mencela dan memaksa mereka untuk menyembah berhala, mereka dengan lantang berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia."

Dalam pernyataan mereka ini, terkandung dua pengakuan tentang kekuasaan Tuhan.

Pertama, pengakuan mereka tentang keesaan Tuhan dalam memelihara dan menciptakan alam semesta ini.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved