Breaking News:

Sigi Hari Ini

Galakkan Program Sigi Hijau, Pemkab Pungut 1 Persen Dana Desa

Menurut pria kelahiran 30 Maret 1979 itu, dana tersebut bukan dibagi merata yang berkenaan dengan aturan baru.

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
TribunPalu.com/Moh_Salam
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sigi sekaligus Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sigi, Afit Lamakarate. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Lingkungan Hidup menginginkan transfer anggaran dengan berbasis ekologi berjalan sesuai tupoksinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sigi Afit Lamakarate menyebutkan, transfer Anggaran Dana Desa (ADD) 2021 sebesar Rp 60 miliar. Kebijakan itu sesuai Peraturan Bupati Sigi.

"Dari Rp 60 miliar itu, ada 1 persennya didorong untuk alokasi kinerja khususnya alokasi kinerja yang berhubungan langsung dengan program Sigi Hijau," ujar Afit, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: 12 Pramuka Banggai Ikuti Perkemahan Nasional di Jambi

Alokasi tersebut terbagi dua antara lain alokasi dasar dan pemula.

Plt Kepala Diskominfo Sigi itu menyebutkan, untuk alokasi dasar biasanya akan dibagi merata setiap desa.

Sementara alokasi pemula biasanya berdasarkan jumlah penduduk, area kemiskinan, luas wilayah, dan indeks kesulitan geografis.

"Jadi di dalam ADD itu ada alokasi kinerja khususnya mendukung indeks kinerja Sigi Hijau, dan OPD terkait tidak bisa menambahkan ataupun mengurangi jumlah Dana Desa," jelas Afit.

Menurut pria kelahiran 30 Maret 1979 itu, dana tersebut bukan dibagi merata yang berkenaan dengan aturan baru.

Baca juga: Anggota DPR RI Ahmad Ali Sebut Sulteng Bisa Lahirkan Atlet Panjat Tebing Berkelas Internasional

"Dana yang tersedia itu totalnya baru sekitar Rp 600 juta. Memang baru satu persen yang kita intervensi," sebut Afit.

Hingga saat ini dari 176 desa, lebih kurang 30 desa belum mendapatkan dana untuk Sigi Hijau tersebut. 

"Jadi dana itu tidak dibagi merata, Siapa yang indikatornya terpenuhi maka dia itu akan dapat nilai. Karena memang itu nilainya baru sekitar Rp 600 juta dan yang paling tinggi itu, satu desa baru sekitar Rp 13 jutaan," jelas pria hobi lari itu.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved