Breaking News:

UIN Datokarama

Seminar UIN Datokarama Palu, Akademisi Singgung Dugaan Salah Tembak di Poso

Taufan membeberkan hasil penelitian dosen dan mahasiswa UIN Datokarama terkait tindak pidana terorisme di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
handover
Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama menggelar seminar nasional bertajuk "Terorisme, Antara Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia". Seminar tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Palu Jl Bantilan, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama menggelar seminar nasional bertajuk "Terorisme, Antara Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia".

Kegiatan itu digelar Himpunan Mahasiswa Prodi Perbandingan Mazhab Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama. 

Seminar tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Palu Jl Bantilan, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Hadir sebagai narasumber Wakil Direktorat Intelkam Polda Sulteng AKBP Satria Adrie Vibrianto, Akademisi Universitas Tadulako Harun Nyak Itam Abu dan Ketua Prodi Perbandingan Mazhab UIN Datokarama Taufan. 

Baca juga: Update Banjir Bandang Donggala, Warga Tetap Siaga Meski Air Surut

Di hadapan perwakilan Polda Sulteng, Taufan membeberkan hasil penelitian dosen dan mahasiswa UIN Datokarama terkait tindak pidana terorisme di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah

Pertama, ia menyebutkan tingkat kesadaran hukum masyarakat Poso soal terorisme masih sangat rendah. 

Dari empat informan, terdapat tiga warga dengan pemahaman kurang terkait terorisme. 

"Banyak masyarakat tidak mengetahui soal Undang-Undang terorisme. Artinya perlu dilakukan sosialisasi. Ini berbahaya jika masyarakat menganggap terorisme itu tindakan yang biasa-biasa saja," ungkap Taufan kepada TribunPalu.com, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Cara Menggunakan Fitur Panggilan Tunggu pada WhatsApp, Ikuti Langkah-langkah Berikut

Selain itu, Taufan juga menyinggung soal dugaan salah tembak oleh aparat keamanan. 

Selama dua tahun terakhir, tercatat tiga kali warga Poso melakukan aksi demonstrasi terkait masalah tersebut. 

"Selain observasi langsung di lapangan, data ini kami himpun lewat media pemberitaan. Kebanyakan demo di Poso itu menggugat soal penanganan hukum yang tidak tepat,” ucap Taufan.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved