Selasa, 21 April 2026

Deretan Kasus Bentrok TNI vs Polri dalam 5 Hari Terakhir, Ada yang Dipicu Masalah Harga Rokok

Berikut ini deretan bentrok antara TNI vs Polri yang terjadi dalam lima hari terakhir.

istimewa
Tangkapan gambar video bentrok antara TNI AD vs TNI AL di Jembatan Balerang Batam. 

TRIBUNPALU.COM - Bentrokan yang terjadi TNI dan Polri seakan tidak pernah ada habisnya.

Ketika satu masalah mulai terselesaikan akan muncul masalah baru.

Terhitung dalam lima hari terakhir, ada tiga kasus bentrokan yang terjadi.

Pemicunya ada berbagai macam hal, mulai dari pelanggaran lalu lintas hingga masalah sepele seperti harga rokok.

Baca juga: Nasib 20 Prajurit Kopassus yang Bikin Bonyok 5 Brimob di Papua, Hadapi Panglima TNI & Dikenai Sanksi

Baca juga: Terungkap Tiga Orang Ini yang Berhasil Hentikan Adu Jotos TNI AD vs TNI AL di Batam
Berikut ini TribunPalu.com merangkum deretan kasus bentrokan antara TNI vs Polri dalam lima hari terakhir:

1. Perkelahian TNI dan Polisi di Ambon

Belum lama ini beredar video di media sosial yang menampilkan perkelahian antara dua orang polisi lalu lintas (Polantas) dengan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dalam video yang viral tersebut tampak ketiga aparat tersebut berkelahi di sisi jalan. Tak hanya menonton, beberapa masyarakat pun mencoba melerai perkelahian tersebut.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Kamis (25/11/2021), kejadian tersebut ternyata terjadi di Jalan Rijali, tepatnya di samping pos Polantas Mutiara, kawasan Mardika, Kecamatan Sirimau, Ambon, pada Rabu (24/11/2021).

Dua oknum anggota Polantas yang terlibat dalam perkelahian itu adalah Bripka NS dan Pripka Z, sedangkan oknum TNI dalam video tersebut berinisial Prada BK dari Kodam XVI Pattimura.

Dilansir dari Tribunnews.com melalui , perkelahian antara oknum polisi dan oknum TNI itu terjadi setelah anggota Polantas melakukan penilangan terhadap seorang pengendara.

Pengendara itu pun melaporkan penilangan yang dialaminya kepada saudaranya yang merupakan anggota TNI.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat mengatakan, oknum anggota TNI tersebut pun langsung mendatangi pos Polantas setelah menerima laporan dari saudaranya.

"Kejadian di depan pos lantas Mutiara Mardika Ambon. Kejadian jam 16.00 sore. Ada anggota masyarakat yang melanggar lantas, kemudian ditegur dan akan dilaksanakan penilangan, tetapi yang bersangkutan melaporkan ke saudaranya yang anggota TNI, lalu anggota TNI datang dan terjadi percekcokan," kata Roem.

Setelah ketiga orang yang terlibat dalam perkelahian tersebut bertemu di kantor Pomdam Pattimura pada Rabu (24/11/2021) malam, kasus tersebut pun berakhir damai.

Ketiga anggota yang terlibat perkelahian itu pun telah saling memaafkan dan bersalaman satu sama lain usai pertemuan tersebut.

Meski begitu, pelanggaran kode etik yang dilakukan ketiganya akan ditangani oleh institusi masing-masing.

“Masalah ini sudah diselesaikan. Mereka sudah saling salam dan sudah saling memaafkan,” ujarnya.

Senada dengan Roem, Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura, Kolonel Arh Adi Prayoga mengatakan, masalah itu sudah selesai dan tidak akan diperpanjang.

“Ini permasalahan adalah kesalahpahaman, masalahnya sudah selesai dan tidak akan diperpanjang,” ujarnya.

Sesuai hasil kesepakatan, jika ada pelanggaran kode etik, proses akan dilakukan oleh kesatuan masing-masing.

“Apabila terjadi pelanggaran disiplin maka akan diselesaikan oleh satuan masing-masing. Kita harapkan ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya.

2. Bentrok Kopassus vs Brimob di Papua

Prajurit Satgas Nanggala Kopassus terlibat keributan dengan personel Satgas Amole di Timika, Papua, Sabtu.

Keributan itu terjadi di lokasi Ridge Camp Pos RCTU Mile 72. Tepatnya di depan Mess Hall, Timika.

Peristiwa tersebut bermula dari personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di pos RCTU Ridge Camp Mile 72 berjualan rokok.

Kemudian, personel Satgas Nangggala sebanyak 20 orang hendak membeli rokok.

Namun, tidak terima dengan mahalnya rokok membuat anggota Satgas Nanggala melakukan pengeroyokan terhadap anggota Satgas Amole.

Selanjutnya personel yang berada di lokasi Pos RCTU melakukan perlawanan dan menyisir lokasi kejadian guna menyelamatkan rekan rekan yang terluka.

Akibat dari kejadian itu 5 anggota polisi dari Satgas Amole terluka dan mendapatkan perawatan medis.

Kelima anggota yang menjadi korban yakni Bripka Risma, Bripka Ramazana, Briptu Edi, Bharaka Heru Bharatu Munawir dan Bharatu Julianda.

Kejadian tersebut dibenarkan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri.

“Iya, kemarin ada insiden kecil,” ucapnya dilansir dari Tribunpapua.com, Minggu (28/11/2021).

Ia pun menjelaskan persoalan itu sudah diselesaikan secara baik-baik.

“Itu hanya salahpaham saja. Intinya sudah diselesaikan,” ujarnya.

3. Adu Jotos TNI AD vs TNI AL di Batam

TNI AD dan TNI AL terlibat aksi adu jotos.

Peristiwa ini terjadi di jembatan Balerang Batam.

Pada saat terjadinya adu jotos tersebut muncul tiga sosok orang ini yang menghentikan pertikaian itu.

Mereka adalah Danlanal Batam, Danyon Infanteri X Marinir, Danyon Raider 136/TS

Pertikaian pun berhenti.

Kedua pihak sepakat berdamai.

Perdamaian itu pula disaksikan Dandim Batam, Kasie Intel Korem, Dandenpom AD dan AL.

Belum diketahui apa pemicu pertikaian adu jotos itu.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Julius mengatakan pihak polisi militer masih melakukan penyelidikan kasus pemicu pertikaian itu.

Dia minta maaf adanya pertikaian sesama prajurit TNI yang bikin ramai pemberitaan.

Julius ingin tak ada lagi pertikaian yang sampai ditonton warga sipil.

Video adu jotos antara prajurit Raider TNI AD vs Marinir TNI AL viral di media sosial dan jadi tontonan warga.

Video berdurasi 29 detik itu beredar di media sosial.

Tampak dua kubu TNI AD dan TNI AL sama-sama mengenakan pakaian sipil.

Lokasi keributan di jembatan Balerang.

Hal ini disesalkan Kadispen Korps Marinir Kolonel Gugun.

Dia marah melihat keributan itu sangat memalukan pihak TNI.

"Membuat citra buruk TNI," kata Gugun, Senin (29/11/2021).

Belum diketahui duduk perkara keributan TNI AD vs TNI AL itu.

Gugun hanya berujar kini Polisi Militer Angkatan Laut masih proses pemeriksaan dan penyelidikan kasus.

Dia memastikan orang-orang yang ada dalam video bakal diproses.

Bilamana terbuktu bersalah, maka segera masuk proses hukum. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved