Senin, 13 April 2026

Hasil Survei Terbaru: Elektabilitas Anies Baswedan Meroket, Geser Prabowo dan Ganjar Pranowo

Berdasarkan hasil survei IPO, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menduduki posisi puncak dengan mendulang suara 21.3 persen.

Tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

TRIBUNPALU.COM - Indonesia Political Opinion (IPO) kembali memaparkan hasil survei terbarunya.

Kini berdasarkan hasil survei, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menduduki posisi puncak dengan mendulang suara 21.3 persen.

Sementara itu secara mengejutkan elektabilitas Menparekraf Sandiaga Uno bertengger di posisi kedua dengan 13.8 persen, menggeser beberapa nama top survei yang selama ini dirilis, seperti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Adapun elektabilitas Ganjar Pranowo menurut hasil survei IPO berada di posisi berada di urutan ke-3 dengan 11,6 persen. 

Baca juga: PVMBG Bantah Tak Ada Peringatan Dini Erupsi Semeru: Sudah Diinfokan ke Pemda, BPBD dan Relawan

Baca juga: 2 Kali Absen hingga Tak Beri Izin Reuni 212, Anies Baswedan Mulai Jaga Jarak Demi Pilpres

Video: Deklarasi Serentak Sahabat Ganjar di 31 Kota dan 34 Provinsi

Sementara itu elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berada di urutan ke-6 dengan angka keterpilihan 7,5 persen.

Elektabilitas Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menguat dan mendekati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang konsisten berada di 5 besar tokoh nasional populer.

Berdasarkan survei terbaru IPO, Zulhas menempati urutan 7 dengan angka 4,2 persen, tepat di bawah Ridwan Kamil dengan angka keterpilihan 7,5 persen di urutan 6.

Sedangkan elite PDIP yang menjabat sebagai Ketua DPR RI Puan Maharani memperoleh 2,9 persen.

Survei IPO dilakukan pada periode 29 November-2 Desember 2021.

Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), dan melibatkan 1.200 responden. Sampling error dalam survei ini sebesar 2,50 persen.

"Situasi ini menggambarkan jika popularitas di dunia maya, belum tentu sinergi dengan realitas di masyarakat secara umum," kata peneliti utama IPO Catur Nugroho dalam rilis surveinya, Sabtu (4/12/2021).

Catur mengatakan, bertahannya keterpilihan Zulhas di posisi tengah dapat mencerminkan apa yang terjadi di masyarakat, berbeda dari riuhnya media sosial.

Keterpilihan Zulhas juga disebut karena terjadinya keberhasilan konsolidasi di tingkat masyarakat.

Berbeda dengan keterpilihan Puan Maharani yang meski meningkat, tapi masih cukup tertinggal. Sedangkan Airlangga Hartarto justru cenderung menurun.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved