Breaking News:

Pemilu 2024

Resmi Lantik Jadi DPP Partai Ummat, Kini Amien Rais Susun Kekuatan Bertarung di Pemilu 2024

Politisi Senior Amien Rais telah resmi lantik sebagai Dewan Pimpinan Pusat Partai Ummat pada Sabtu (4/12/2021) di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Editor: Putri Safitri
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Amien Rais 

TRIBUNPALU.COM - Politisi Senior Amien Rais telah resmi lantik sebagai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat pada Sabtu (4/12/2021) di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam prosesi pelantikan tersebut, Amien Rais yang juga merupakan Ketua Majelis Syura Partai Ummat berpesan, agar seluruh pengurus Partai Ummat dapat memegang teguh sikap amanah serta senantiasa menegakkan amar makruf nahi munkar.

"Majelis Syura Partai Ummat sungguh berharap bahwa Partai ini nanti akan menjadi garda terdepan dalam meluruskan kiblat bangsa ini ke depan," kata Amien Rais dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (5/12/2021).

Lebih lanjut, mantan Ketua MPR itu membeberkan maksud dari apa yang diharapkannya pada jajaran pengurus Partai Ummat tersebut.

Di mana yang, pertama kata dia, melakukan Al-Amru bi Al-Maruf dan Al-Nahyu an Al-Munkar, yakni memerintahkan tegaknya kebajikan dan memberantas keburukan.

Amien Rais.
Amien Rais. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Baca juga: Info Lowongan Kerja Unilever Posisi Workplace Service Penempatan Cikarang, Cek Persyaratannya

Selanjutnya, yang kedua, menjalankan Al-Amru bi Al-Adli dan Al-Nahyu an Al-Dhulmi, yakni menegakkan Keadilan dan memberantas kezaliman.

"Bila yang pertama bergerak lebih pada tataran personal, familial dan komunal, maka yang kedua bergerak lebih pada tataran nasional dan berkaitan erat dengan masalah kekuasaan. Kita harus selalu melakukan dua perintah Allah SWT secara serentak," jelasnya.

Lebih jauh, tokoh PP Muhammadiyah itu juga mengatakan, agenda pelantikan DPP Partai Ummat juga menjadi momentum menyatukan frekuensi untuk berjihad meraih kemenangan serta membangun demokrasi keumatan.

Hal ini dilakukan kata dia, dalam upaya melahirkan figur-figur pimpinan yang selaras dengan kondisi nyata Indonesia.

"Figur yang dimaksud, bahwa umat islam terbesar di Indonesia bahkan terbesar di dunia, idealnya melahirkan dan memiliki pemimpin negeri yang juga berwawasan islami, bukan malah menjadi pimpinan yang memerangi atau jadi musuh umat islam itu sendiri," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved