Breaking News:

Gunung Merapi 4 Kali Keluarkan Lava Guguran Pagi Ini, Status Siaga Level 3

Aktivitas Gunung Merapi meningkat pada pagi ini, Kamis (9/12/2021). Warga yang berada di sekitar Gunung Merapi pun diimbau waspada.

Editor: Muh Ruliansyah
YouTube | VolcanoYT
Foto Ilustrasi - Rekaman video saat Gunung Merapi meletus pada Kamis, 13 Februari 2020 pagi 

TRIBUNPALU.COM - Aktivitas Gunung Merapi meningkat pada pagi ini, Kamis (9/12/2021).

Warga yang berada di sekitar Gunung Merapi pun diimbau waspada.

Gunung yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu tercatat telah beberapa kali mengeluarkan lava.

Hal ini berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sejak dini hari tadi hingga pagi ini.

"Teramati empat kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Kisah Ibu Hamil 9 Bulan Lolos Erupsi Gunung Semeru, Lari Belasan Kilo Tak Peduli Perut Nyeri

Selain itu, terpantau di Gunung Merapi ada asap putih bertekanan lemah di kawah Gunung Merapi.

Asap berintensitas tebal itu memiliki tinggi 200 sampai 300 meter dari puncak kawah.

Gunung Merapi juga mengalami 35 kali gempa guguran, satu kali gempa embusan, dan satu kali gempa tektonik jauh.

Baca juga: Update Korban Erupsi Gunung Semeru: 34 Meninggal Dunia, 22 Masih Hilang, Ribuan Orang Mengungsi

Sampai dengan saat ini BPPTKG masih menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada Siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah sungai Woro dan sejauh 5 kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Baca juga: Viral Pria Terobos Abu Panas Semeru, Nekat Demi Selamatkan Keluarga

Masyarakat diminta tidak berkegiatan di daerah potensi bahaya.

Selain itu diharapkan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan.(*)

(Sumber: Sripoku.com)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved