Palu Hari Ini

Oknum Polisi Diduga Salah Tangkap dan Pukuli Remaja di Palu, Kapolres: 2 Personel Terbukti Melanggar

Kapolres Palu AKBP Bayu Indra Wiguno saat memberikan keterangan pers terkait hasil pemeriksaan oknum Polisi diduga salah tangkap, Jumat (10/12/2021).

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Kapolres Palu AKBP Bayu Indra Wiguno saat memberikan keterangan pers terkait hasil pemeriksaan oknum Polisi diduga salah tangkap, Jumat (10/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRUBUNPALU.COM, PALU - Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polres Palu telah memeriksa dua oknum Polres Palu, Sulawesi Tengah.

Itu dilakukan, karena diduga telah melakukan salah tangkap pelaku jambret, beberapa waktu lalu.

Kapolres Palu AKBP Bayu Indra Wiguno mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada personel terlibat itu.

Sehingga ada dua oknum terbukti melakukan pelanggaran, dari tiga orang diperiksa.

"Yakni oknum personel berinisial RA dan FA," ujar AKPB Bayu Indra Wiguno di Mapolres Palu, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Jumat (10/12/2021).

Baca juga: Terbongkar Kasus Baru Selain Herry Wirawan, Kini Ada 9 Santriwati Diperkosa Guru di Jawa Barat

Baca juga: Gempa 5.1 Magnitudo Guncang Gorontalo, Terasa Sampai di Banggai

Ia menjelaskan saat ini kedua terduga tersebut berstatus wajib lapor, karena masih dalam proses hukum.

"Penyidik propam menilai bahwa tindakan terduga, tanpa didasarkan oleh informasi yang cukup, dan sudah melakukan tindakan represif," kata AKBP Bayu Indra Wiguno.

Mantan Kapolres Morowali itu juga mengatakan, pelanggaran oknum polisi tersebut karena tidak melakukan pertolongan kepada korban.

Setelah mengetahui bahwa terjadi salah tangkap, dan terjadi tindakan berujung dengan penganiayaan.

"Oknum polisi itu malah meninggalkan korban begitu saja dalam keadan luka tanpa memberi perawatan," ujarnya menuturkan.

Adapaun hingga saat ini, berkas perkara kedua terduga pelanggar sudah lengkap, dan Polres Palu telah menyurati ke Bidkum Polda Sulteng, untuk meminta saran hukum.

"Setelah ada jawaban, baru dilakukan persidangan terhadap terduga pelanggar," ujarnya.

Atas kejadian itu, Kapolres Palu juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban, akibat dari tindakan represif anggotanya.

Sebelumnya seorang remaja berinisial MP menjadi korban salah tangkap dan mendapatkan tindakan peganiayaan.

Video berdurasi 1menit 41 detik itu beredar viral di media sosial pada, 28 November 2021, lalu.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved