Palu Hari Ini

P3A Palu Sebut Perayaan Hari Ibu di Indonesia Tak Sama Dengan Negara Lainnya, Ini Perbedaannya

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Palu menggelar peringatan Hari Ibu Nasional ke 93 tahun.

Editor: Haqir Muhakir
Alan
Kepala Dinas P3A Palu, Yudhi Riyani Firman di acara peringatan Hari Ibu Nasional ke 93 tahun, Senin (20/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Palu menggelar peringatan Hari Ibu Nasional ke 93 tahun.

Penyelenggaraan Hari Ibu berlangsung di gedung restoran Maranu, Jl Setia Budi, Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Senin (20/12/2021) pagi.

Kepala Dinas P3A Palu, Yudhi Riyani Firman mengatakan, hari Ibu bagi bangsa Indonesia berbeda dengan hari Ibu di negara lain.

Karena identik dengan tonggak gerakan perempuan Indonesia untuk berkontribusi aktif memajukan bangsa.

"Dalam mewujudkan pembangunan yang berkesan setaraan gender peringatan Hari Ibu ke 93 tahun ingin membangun kesadaran akan pentingnya kerja nyata dan kolaborasi dengan semua pihak untuk mendorong kemajuan perempuan Indonesia," ungkap Yudhi Riyani Firman.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Gadis di Touna Terungkap, Pelaku Ternyata Kekasih Korban

Baca juga: Putri Soeharto Gugat 11 Pihak dan Minta Ganti Rugi Rp 600 M, Jasa Marga & Kemenkumham Ikut Terseret

Yudhi Riyani Firman menambahkan, peringatan Hari Ibu diharapkan mampu menjadi momentum untuk terus mengingatkan bahwa, masa depan sudah tidak lagi sama dengan tantangan hari ini

Masa depan dihadapkan pada situasi yang dikenal sebagai Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA).

Di mana perempuan dituntut adanya kemampuan adaptasi dan fleksibilitas yang tinggi.

"Aksi collaborative dalam mewujudkan kehidupan yang sejahtera and gender dan harus mampu mendorong perempuan maupun laki-laki sebagai generasi penerus bangsa yang mempunyai kompetensi dan keterampilan masa depan," bebernya.

Oleh karenanya, Yudhi Riyani Firman menyebut, aksi kolaboratif dan sinergi dalam mewujudkan kesejahteraan gender harus dilakukan antarkomponen bangsa.

Guna menyiapkan generasi yang lebih baik dan berkualitas.

Dan juga untuk mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri.

"Fakta menunjukkan bahwa, perempuan telah terbukti menjadi motor penggerak keberhasilan pembangunan saat ini dan masa mendatang," tegasnya.

Yudhi Riyani Firman mengharapkan, di hari Ibu ini, perempuan harus mampu menginspirasi untuk terus mencintai dirinya dan mengembangkan daya cipta serta kreativitas tanpa batas guna membangun negeri. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved