Sosok Palu
Masa Kecil Witan Sulaeman: Pandai Kocek Bola Sejak Kelas 5 SD, Menangis saat Terlambat Latihan
Kepiawaian Witan Sulaeman bermain sepak bola ternyata sudah terlihat sejak kelas 5 Sekolah Dasar (SD).
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Winger Timnas Indonesia,Witan Sulaeman membuat tiga pemain Singapura kewalahan pada leg kedua semifinal Piala AFF 2020.
Witan Sulaeman tampil garang ketika timnas Indonesia melawan Singapura.
Ia mencatatkan assist pada gol pertama timnas Indonesia ke gawang Singapura di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (25/12/2021).
Witan mampu mengelabuhi tiga pemain bertahan Singapura sebelum memberikan umpan kepada Ezra Walian hingga membobol gawang The Lions.
Kepiawaian Witan Sulaeman mengocek bola ternyata sudah terlihat sejak kelas 5 Sekolah Dasar (SD).
Pemain berjuluk Baby Shark asal Kota Palu, Sulawesi Tengah itu pertama kali didaftarkan di Sekolah Sepak Bola (SSB) saat di bangku Taman Kanak-kanak (TK).
"Saat masih TK Witan didaftarkan di SSB Masjid Agung, setiap pulang mengaji baru dia latihan. Cuma saya lihat Witan bisa bermain ketika kelas 5 SD," ujar Ayah Witan Sulaeman, Humaidi di kediamannya, Jl Lorong Ganogo, Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (26/12/2021).
Baca juga: Leg Kedua Semifinal Indonesia vs Singapura, Ayah Witan Optimis Tim Garuda Menang

Meski Witan lahir di Palu, namun sang ayah berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan ibunya dari Kalimantan.
Setelah dari SSB Masjid Agung, Witan Sulaeman kemudian pindah ke SSB Galara ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Humaidi selalu mendampingi Witan menjalani latihan selama di Kota Palu sebelum masuk di Timnas Indonesia.
Bahkan, kata Humaidi, anak keduanya itu kerap menangis ketika terlambat latihan sepakbola.
"Ketika SMP Witan ikut seleksi Timnas, saat itu pelatihnya masih Fakhri Husaini. Sejak kecil bakat Witan di sepakbola sudah terlihat, kalau lambat diantar latihan dia selalu menangis," ucap Humaidi.
Witan memulai karir sepak bola profesionalnya saat menandatangani kontrak bersama klub liga 2 PSIM Yogyakarta di tahun 2019 hingga 2020.
Dia pun bergabung bulan Februari 2020 dengan jangka waktu kontrak tiga setengah tahun.