Minggu, 19 April 2026

Info BMKG

Info Cuaca Ekstrem BMKG, Selasa 28 Desember 2021: 23 Wilayah Waspada Hujan Lebat Angin Kencang

Berikut peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (28/12/2021).

scroll.in
Ilustrasi hujan lebat akibat cuaca ekstrem. Berikut peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (28/12/2021). 

TRIBUNPALU.COM - Berikut peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (28/12/2021).

BMKG juga memberikan peta sebaran gambaran potensi gelombang tinggi untuk sejumlah perairan di Indonesia.

Dikutip dari BMKG, berikut ini rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Selasa 28 Desember 2021, BMKG: Banjarmasin Waspada Hujan Petir, Padang Cerah

bibit  Siklon Tropis 97S/pusat tekanan rendah terpantau di Australia bagian Utara (memasuki wilayah daratan), sehingga melemahkan intensitasnya dan bergerak ke arah tenggara.

Sistem ini masih memberikan dampak tidak langsung berupa daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di NTT, yang mendukung potensi hujan lebat di NTT, serta membentuk low level jet dengan kecepatan angin >25 knot yang terpantau di Laut Arafuru, Laut Flores, Laut banda, Laut Timor, NTT bagian Timur, dan Maluku.

Pusat Tekanan Rendah terpantau di Samudera Hindia barat daya Sumatera yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) yang terpantau di Samudera Hindia Barat Bengkulu.

Sirkulasi siklonik terpantau di Utara Kalimantan yang membentuk konvergensi memanjang di Kalimantan Utara.

Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang di Riau, di bengkulu, di Jawa Barat bag Selatan, di Jawa tengah, di perairan selatan Jawa Timur hingga Bali, di kalimantan Tengah bagian Utara, di Kalimantan Utara, di Selat Makassar bagian Selatan, di Sulawesi bagian Tengah, di Maluku dan di Papua Barat serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan Selatan Jawa Timur, Selat Makassar bag Selatan, Laut Flores, di NTT bagian Timur dan di Laut Banda.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat tekanan rendah dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:

Bengkulu

Sumatera Selatan

Lampung

Banten

Jawa Barat

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved