Sulteng Hari Ini

Siapkan Dana Rp 61,8 M, Gubernur Sulteng Minta Kepala Daerah Percepat Pemulihan Bencana

Rusdi Mastura pun meminta kepada kepala daerah harus berani melakukan Reinventing Goverment.

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
Handover
Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura di ruang kerjanya,  Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Rabu (29/12/2021).  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyahuti permintaan bupati dan wali kota yang terdampak bencana 2018.

Hal itu diutarakan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura di ruang kerjanya,  Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Rabu (29/12/2021). 

Rusdi Mastura menyebutkan, permintaan bupati dan wali kota terdampak bencana untuk menyelesaikan permasalahan pemulihan bencana dibutuhkan anggaran sebesar Rp 61,8 miliar.

"Semuanya sudah saya setujui melalui APBD Perubahan tahun 2021, saya berharap agar bupati dan wali kota dapat mempercepat pemulihan dampak bencana yang ada diwilayahnya masing-masing," ujar pria dengan sapaan akrab Cudy tersebut.

Elite Nasdem Sulteng itu mengatakan, ada kepala daerah tidak mau meneken penerimaan Dana Hibah pemulihan bencana.

Baca juga: 7 Lapangan Sepak Bola di Palu Akan Direvitalisasi, Cek Daftarnya

Padahal itu harus ditandatangani kepala daerah sebagai bentuk Komitmen yang bersangkutan untuk percepatan pemulihan bencana di Wilayahnya masing-masing. 

"Tentunya hal ini sangat kita sayangkan, dan kami pun tidak tahu tujuannya apa, yang penting saya tegaskan kepada Kepala BPKAD jangan diberikan kalau Bupatinya tidak mau bertandatangan," ujar Cudy.

Ia mengingatkan kepala daerah tidak feodal dan memberikan pelayan maksimal. 

"Saya minta kita harus merubah pola pikir kita, jangan pernah takut dengan siapapun , yang penting kita bekerja baik dan jujur" ucap Cudy.

Selain itu Rusdi Mastura pun meminta kepada kepala daerah harus berani melakukan Reinventing Goverment.

"Jangan hanya mengandalkan APBD karena APBD cumq mampu mengangkat pertumbuhan hanya 20% dan Swasta 80% , olehnya libatkan swasta untuk percepatan Pembangunan Daerah," jelasnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved