Palu Hari Ini
Damkarmat Kota Palu Lobi Telkom Panggilan Emergensi Tak Berbayar
Banyak warga melaporkan kejadian non kebakaran kepada Damkarat Kota Palu lewat pesan Instagram.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril
TRIBUNPALU.COM,PALU - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu Sudaryano R Lamangkona menilai peristiwa kebakaran belum optimal dilaporkan warga.
Tak jarang, warga terlambat memberikan informasi kejadian kebakaran.
Sehingga, saat petugas datang, kebakaran sudah selesai.
"Kan kita bekerja berdasarkan informasi, jadi kalau masyarakat memberikan informasi kepada kami maka itu yang ditindaklanjuti," kata Sudaryano R Lamangkona, Selasa (11/1/2022) siang.
Sudaryano R Lamangkona menceritakan, banyak warga datang ke kantor Damkarmat Kota Palu untuk melaporkan kejadian kebakaran.
Baca juga: Damkar Palu Harap PLN Edukasi Warga Kerkait Kelistrikan
Padahal, nomor kontak instansi Damkarmat Kota Palu sudah disebar.
"Dalam bentuk apapun laporan penyelamatan yang masuk akan kami layani, karena penyelamatan itu ada dua yaitu human rescues dan animal rescues. Bahkan Damkarmat Kota Palu sudah masuk dalam penyelamatan kecelakan lalulintas jala raya," ujar Sudaryano R Lamangkona.
Untuk lebih mempermudah warga memberikan laporan kepada Damkarmat Kota Palu, Sudaryano R Lamangkona tengah melobi Telkom agar nomor telepon pemadam kebakaran tidak berbayar.
Karena selama ini, dominan warga melaporkan kejadian non kebakaran lewat pesan Instagram.
"Kecuali panggilan ke luar boleh berbayar, tapi ini kan panggilan masuk, genting masa berbayar," ungkap Sudaryano R Lamangkona.
Baca juga: Pemkot Palu Bahas Pencanangan Habib Sayid Idrus bin Salim Aljufri Sebagai Pahlawan Nasional
Olehnya, Sudaryano R Lamangkona mengharapkan dukungan dari masyarakat berupa informasi kejadian kebakaran secara cepat.
Agar hal-hal yang tidak diinginkan saat terjadi kejadian kebakaran dan non kebakaran dapat terhindarkan.
"Semoga masyarakat bisa memberikam dukungan berupa informasi untuk kejadian kebakaran dan non kebakaran juga, tapi kalau seandainya masih bisa dilakukan masyarakat, saya kira masyarakat bisa melakukan penanggulangan secara mandiri, tapi jika tidak! kami siap untuk memberikan bantuan itu," ucap Sudaryano R Lamangkona.(*)