Kasus Omicron Sebagian Besar Berasal dari Arab Saudi, Kini Tarif Umrah Tembus Rp28 Juta

Penularan yang terjadi dari para pelaku perjalanan antar negara sebagian besar berasal dari Arab Saudi.

Tribun Batam/Candra P. Pusponegoro
Umat muslim sedang berdoa di depan Kakbah di Kota Mekkah, Arab Saudi, (7/6/2012) lalu. 

TRIBUNPALU.COM – Kasus Omicron yang terjadi di Indonesia kini kian menunjukkan adanya peningkatan.

Kasus Omicron yang terjadi di Indonesia diketahui berasal dari para pelaku perjalanan antar negara dan tramsmisi lokal.

Penularan yang terjadi dari para pelaku perjalanan antar negara sebagian besar berasal dari Arab Saudi.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di Istana Kepresidenan,Jakarta.

“Negara-negara yang paling tinggi sekarang bergeser, pertama adalah Arab Saudi, kedua Turki, ketiga Amerika Serikat, dan yang keempat adalah Uni Emirat Arab,” kata Budi Gunadi Sadikin melansir dari KompasTV.

Padahal sebelumnya pemerintah telah memberikan izin umrah sejak 8 Januari yang lalu.

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menilai pelaksaan ibadah umrah harus dievaluasi secara berkala.

Potret Masjidil Haram di Kota Mekah, Arab Saudi
Potret Masjidil Haram di Kota Mekah, Arab Saudi (Bandar Aldandani/AFP)

“Ketika kasus dikatakan di Saudi Arabia atau negara yang dituju kini meningkat terutama ketika positivity rate sudah di atas lima persen tentunya ini akan menjadi pertimbangan untuk mengevaluasi atau ketika kondisi di dalam negeri juga meningkat. Ini yang tentu harus menjadi evaluasi berkala,” kata Dicky Budiman.

Meski saat ini pelaku perjalanan dari Arab Saudi menduduki angka tertinggi kasus penularan Omicron, hingga saat ini pemerintah belum melarang perjalanan umrah ke Arab Saudi.

Dicky Budiman juga menyebutkan untuk melindungi para calon jemaah perlu diadakan pemberian vaksin booster.

Proteksi dapat ditingkatkan dengan memberikan booster atau dosis ketiga bagi calon jemaah.

Baca juga: Skenario Perjalanan Ibadah Umrah dari Keberangkatan hingga Kepulangan, Ini Syarat Jemaah Boleh Pergi

“Opsi lain untuk vaksinasi bagi jemaah umrah ini dengan tambahan apakah vaksin Messenger RNA (mRNA) terutama Moderna untuk booster. Ini tentu harus menjadi pemikiran selain memberikan proteksi juga tambahan validitas untuk pemerintah Arab Saudi yang memang lebih memilih opsi vaksin Messenger RNA umumnya,” ungkapnya.

Saat ini terdapat empat jenis vaksin yang diterima di Arab Saudi di antaranya Pfizer, Astrazeneca, Jhonson and Jhonson, dan Moderna.

Tarif umrah mengalami kenaikan yang signifikan

Dengan adanya situasi pandemi saat ini, Asosiasi Muslim Penyelengara Umrah dan Haji atau Amphuri mengatakan adanya kenaikan biaya umrah.

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved