Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Pengendalian Inflasi di Sulteng Harus Memperhatikan Strategi 4K

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). 

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
net
Ilustrasi inflasi 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). 

Kegiatan ini untuk menyusunan peta pengendalian dan menjaga pergerakan inflasi daerah pada tahun 2022 hingga 2024.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah Moh Faisal Mang, saat rapat secara virtual bersama Pemerintah Kabupaten Banggai menyampaikan beberapa hal untuk mengantisipasi terjarinya inflasi.

Dalam penyusunan peta pengandalian inflasi harus memeperhatikan strategi 4K, yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang tertib.

Ia meminta seluruh tim pengendali inflasi daerah untuk  segera menyusun perpanjangan pengendalian inflasi periode 2022 sampai 2024, dan menyampaikan kepada kelompok kerja tim pengendali inflasi pusat paling lama ditanggal 15 januari 2022. 

"Ada satu hal penting agar perpanjangan ini disusun dan disinergikan serta disinkronkan dengan isi kepala daerah yang telah tercantum pada RPJMD Provinsi Sulteng 2021-2026 yang baru ditetapkan lalu di bulan Desember," tutur Faisal Mang, belum lama ini.

Ia menyakini, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota harus memiliki pemikiran yang sama untuk pengendalian inflasi.

Karena ini  berdampak terhadap masyarakat luas. 

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam rangka upaya mengendalikan inflasi dengan strategi 4K tersebut.

Misalnya menjelang hari raya Idul Fitri, stok bahan pokok mengalami pengurangan. Kondisi ini bisa saja terjadi karena sistem transportasi yang buruk.

"Ini tentu banyak sektor terkait yang lansgung berkaitan dengan upaya menekan dan menstabilkan inflasi daerah," kata dia.

Lanjut Faisal, demikian pula dengan kondisi Covid-19 saat ini.

Distorsi yang terjadi akibat pandemi sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah. 

"Saya mengutip apa yang disampaikan Ibu Menteri Keuangan bahwa akibat covid yang melanda negara kita bahkan pertumbuhan ekonomi kita mengalami tekanan sampai di bawah bahkan sampai mencapai minus 2," paparnya. (*)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved