Senin, 20 April 2026

Sulteng Hari Ini

Temui Menteri Perindustrian, Rusdy Mastura Usulkan Kawasan Industri Halal dan Pergudangan

Rusdy Mastura didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Richard Arnaldo.

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: mahyuddin
handover
Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menemui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (3/2/2022). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menemui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (3/2/2022).

Rusdy Mastura didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Richard Arnaldo.

Pertemuan itu adalah tindak lanjut dari perintah Wakil Presiden Amin Maruf yang meminta Pemprov Sulteng menggagas Kawasan Industri Halal sebagai penyuplai kebutuhan ibu kota negara baru.

Dalam pertemuan itu, Rusdy Mastura mengusulkan Kabupaten Banggai Laut sebagai Kawasan Industri Halal berbasis kemaritiman.

“Banggai Raya sangat kaya potensi kelautan dan bahkan saat ini secara rutin menyuplai kebutuhan ikan segar wilayah jakarta dan sekitarnya tiap bulan,” kata pria kelahiran 8 Februari 1950 itu.

Baca juga: Usai Ditutup 3 Bulan, Area Penangkapan Gurita dan Ikan di Desa Bone Baru Banggai Laut Kembali Dibuka

Pria yang tenar dengan sapaan Cudi itu juga segera berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Banggai Laut agar dapat menyiapkan lahan 50 hektare guna memenuhi persyaratan dalam membentuk Kawasan Industri Halal.

Selain itu, Rusdy Mastura juga membahas pengembangkan kawasan pergudangan di Kabupaten Donggala.

“Semoga hasil pertemuan dengan Menteri Perhubungan segera terealisasi, untuk pembangunan pelabuhan di Kabupaten Donggala sebagai sarana peningkatan aksesibilitas di ALKI II,” jelas Rusdy.

Menurutnya, kehadiran pelabuhan itu akan mendukung usulan pergudangan.

Agus Gumiwang Kartasasmita pada kesempatan itu meminta Rusdy Mastura untuk mengusulkan secara resmi permohonan itu disertai dengan pengaturan tata niaga potensi kelapa di Sulawesi Tengah.

“Saat in sedang banyak pengiriman baik domestik maupun ekspor kelapa utuh yang sebenarnya banyak produk turunannya jika bisa dmanfaatkan dengan baik,” ucap Agus.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved