Sabtu, 18 April 2026

Palu Hari Ini

Warga Palu Kian Mudah Dapat Cuan dari Budidaya Daun Kelor, Cek Penjelasan PT KOI

Syarat untuk mendapatkan pengering Daun Kelor dari PT KOI dengan mengikuti pelatihan dan punya 1.000 pohon.

Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Owner PT KOI Dudi memeriksa Daun Kelor di kebun sekitar pabriknya, Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM,PALU - PT Kelor Organik Indonesia (MOI) membuka peluang sebesar-besarnya bagi warga Kota Palu yang ingin mendapatkan uang.

Diketahui, PT KOI berada di di Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Owner PT KOI Dudi menuturkan, dengan budidaya 1.000 pohon kelor warga Ktoa Palu sudah dapat menghasilkan cuan.

Harga per kilo Daun Kelor yang sudah kering dihargai cukup tinggi.

"Hanya sedikit, minimal 1000 pohon saja, dan nanti juga akan dipinjami pengering, tetapi bisa juga beli sendiri," ujar Dudi, Senin (14/2/2022).

Baca juga: Wali Kota Palu Kunjungi Pabrik Kelor di Tipo, Hasilkan 45 Kontainer Setiap Bulannya

Dudi menuturkan, syarat untuk mendapatkan pengering Daun Kelor dari PT KOI dengan mengikuti pelatihan dan punya 1.000 pohon.

"Dengan 1.000 pohon itu bisa membuat warga produksi setiap hari. Menghasilkan 50-60 Kg dalam sebulan, dengan penghasilan bersih mencapai tiga juta jika membeli pengering sendiri," jelas Dudi.

Terdapat 40 jenis produk yang dihasilkan dari serbuk kelor ini.

Dan akan dipasarkan di benua Eropa, Amerika hingga kawasan Asia.

"Selain memenuhi kebutuhan bangsa sendiri, PT KOI juga akan menjual berbagai jenis kelor ke Eropa dan Amerika," tutur Dudi.

Baca juga: Pabrik Kelor Terbesar di Sulawesi Resmi Beroperasi di Palu Mei 2022

Dudi menyebut, permintaan produk olahan Daun Kelor sangat banyak. Hingga membuatnya kewalahan karena kekurangan bahan baku.

"Masalah kita di dunia itu bukan kualitas, yang bermasalah itu kuantitasnya yang engga nyampe, produksinya saja baru satu ton bulan ini," tutur Dudi.

Jika bahan baku melimpah, kata Dudi, pihaknya bisa memproduksi hingga 20 kontainer dalam sebulan. Dengan estimasi satu ton berisi 15 ton kelor.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved