Rabu, 15 April 2026

Optimalkan Operasional dan Biaya, Kinerja Astra Agro Solid di 2025

Menurutnya kolaborasi serta komitmen dari berbagai lini telah mendorong capaian kinerja Perseroan yang solid. 

Editor: mahyuddin
Handover
ASTA AGRO - PT Astra Agro Lestari Tbk atau (Astra Agro) mencatatkan kinerja positif selama tahun 2025 berkat optimalisasi praktik agronomi serta pengendalian biaya di seluruh lini. Alhasil, Perseroan mampu membukukan laba bersih senilai Rp1,5 triliun atau naik 28,2% year-on-year (yoy). Pencapaian itu diumkan di sela RUPST Direksi Astra Agro. 

TRIBUNPALU.COM - PT Astra Agro Lestari Tbk atau (Astra Agro) mencatatkan kinerja positif selama tahun 2025 berkat optimalisasi praktik agronomi serta pengendalian biaya di seluruh lini.

Alhasil, Perseroan mampu membukukan laba bersih senilai Rp1,5 triliun atau naik 28,2 persen year-on-year (yoy). 

Presiden Direktur Astra Agro Djap Tet Fa mengungkapkan kinerja Perseroan tahun ini juga berkat support dan sinergi para pemangku kepentingan yang telah bekerjasama dengan Astra Agro. 

Menurutnya kolaborasi serta komitmen dari berbagai lini telah mendorong capaian kinerja Perseroan yang solid. 

"Pencapaian Perseroan dapat terwujud berkat dukungan berkelanjutan dari para stakeholders.  Terima kasih atas dedikasi dan kepercayaan dari seluruh pihak yang ikut menopang performa  Astra Agro. Mari terus bersinergi untuk pertumbuhan yang lebih baik kedepan," ungkapnya dalam  keterangan resmi, Rabu (15/4/2026). 

Baca juga: Kolaborasi Pendidikan dan UMKM, Astra Agro Lestari Hadirkan CEF 2025 di Pasangkayu

Sebagai informasi, Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 31 % menjadi  Rp28,7 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp21,8 triliun.

Peningkatan volume produksi berkontribusi terhadap kenaikan pendapatan Perseroan, yang didorong naiknya  produksi CPO sebesar 6 % YoY menjadi 1,2 juta ton serta produksi kernel sebesar 8 % YoY menjadi 252 ribu ton.

Adapun volume penjualan CPO dan turunannya naik 13 % menjadi 1,8 juta ton. 

Penguatan performa Perseroan juga disebabkan faktor pasokan dan permintaan yang menjadi katalis utama sektor komoditas. 

Ketatnya pasokan CPO telah mendorong harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) sebesar 11 % yoy dari Rp12.883 per kilogram menjadi Rp14.316 per kilogram pada 2025. 

Direktur Astra Agro Tingning Sukowignjo menambahkan, Perseroan senantiasa berupaya mengendalikan biaya dan beban pengeluaran secara disiplin.

Dengan begitu, Perseroan mampu mengoptimalkan kinerja di tengah volatilitas harga komoditas. 

“Perseroan selalu berupaya mengakselerasi kinerja dengan optimalisasi praktik agronomi presisi berbasis bibit unggul dan pengendalian biaya dan belanja perusahaan serta peningkatan efisiensi operasional. Strategi ini kami tujukan untuk menjaga daya saing biaya produksi dalam mengantisipasi volatilitas harga CPO,” jelas Tingning.

Pada 2025, Perseroan pun telah menghasilkan inovasi guna mendukung kinerja operasional berkelanjutan di masa depan dengan merilis tiga bibit baru yang resisten terhadap penyakit Ganoderma.

Setelah pada 2024, Astra Agro mengeluarkan pupuk hayati yakni Astra Efficient Microbe (ASTEMIC).

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved