KKB Papua

1 Anggotanya Diserang KKB Papua, Ini Kehebatan Kopasgat TNI AU Pasukan Berjuluk Baret Jingga

Satu anggota TNI AU dari Satuan tugas (Satgas) Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) menjadi korban penyerangan kelompok separatis di Papua.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi Pasukan Baret Jingga TNI AU 

TRIBUNPALU.COM - Serangan terhadap aparat TNI-Polri di Papua kembali terjadi, Sabtu (19/2/2022).

Kali ini, satu anggota TNI AU dari Satuan tugas (Satgas) Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) menjadi korban penyerangan kelompok separatis di Papua.

Prajurit atas nama Praka Fermansyah ditembaki kelompok separatis saat bertugas di Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak.

Praka Fermansyah terkena tembakan pada bagian bahu kanan. Hal ini dikatakan Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Sabtu siang.

Satu prajurit TNI terlukan dalam aksi penyerangan di area Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.
Satu prajurit TNI terlukan dalam aksi penyerangan di area Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. (Handover)

Baca juga: Aksi KKB Papua Tembaki Prajurit TNI AU Bikin Kapendam XVII/Cenderawasih Murka: Sangat Biadab

Bagaimana kehebatan dari Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat)?

Mengutip dari laman Wikipedia, Kopasgat atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI Angkatan Udara.

Kopasgat merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat.

Setiap prajurit Pasgat diharuskan minimal memiliki kualifikasi para-komando (Parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional, kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasinya.

Baca juga: Lagi-lagi KKB Papua Serang Bandara, Nekat Tembaki TNI AU hingga Satu Prajurit Jadi Korban

Tugas dan tanggung jawab Kopasgat sama dengan pasukan tempur lainnya yaitu Satuan Tempur Negara.

Sebagai Pasukan Pemukul NKRI yang siap diterjunkan disegala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, laut untuk menumpas semua musuh yang melawan NKRI.

Yang membedakannya adalah Korpasgat mempunyai ciri khas tugas tambahan yang tidak dimiliki oleh pasukan lain yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan.

Kopasgat bertugas membina kekuatan dan kemampuan satuan.

Baca juga: KKB Papua Buka Sayap di Kaimana Papua Barat, Potret Upacara Peresmian Tersebar di Grup WhatsApp

Pasgat sebagai pasukan matra udara selalu siap operasional dalam melaksanakan segala misi operasi militer perang maupun non militer selain perang, perebutan sasaran, pertahanan objek strategis Angkatan Udara, pertahanan udara, operasi khusus dan khas matra udara dalam operasi militer atas kebijakan Panglima TNI.

Warna baret jingga Pasgat terinspirasi dari cahaya jingga saat fajar di daerah Margahayu, Bandung, yaitu tempat pasukan komando ini dilatih.

Markas Komando Pasukan Gerak Cepat bermarkas didalam Pangkalan TNI AU, Sulaiman Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (*)

(Sumber: Tribun-Papua.com)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved