Sabtu, 18 April 2026

Rusia vs Ukraina

Bertemu Rusia di Perbatasan Negara, Ukraina Minta Gencatan Senjata dan Penarikan Pasukan Militer

Perwakilan Ukraina dikabarkan melakukan perundingan dengan delegasi Rusia, Senin (28/2/2022).

Editor: Haqir Muhakir
Sergei SUPINSKY / AFP
Anggota layanan Ukraina mencari peluru yang tidak meledak setelah pertempuran dengan kelompok penyerang Rusia di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada pagi hari 26 Februari 2022, menurut personel layanan Ukraina di tempat kejadian. Tentara Ukraina memukul mundur serangan Rusia di ibu kota, kata militer pada 26 Februari setelah Presiden Volodymyr Zelensky yang membangkang bersumpah bahwa negaranya yang pro-Barat tidak akan ditundukkan oleh Moskow. Ini dimulai pada hari ketiga sejak pemimpin Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh yang telah menewaskan puluhan orang, memaksa lebih dari 50.000 orang meninggalkan Ukraina hanya dalam 48 jam dan memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Eropa. 

TRIBUNPALU.COM - Perwakilan Ukraina dikabarkan melakukan perundingan dengan delegasi Rusia, Senin (28/2/2022).

Pembicaraan itu berlangsung di perbatasan Negara Ukraina dan Belarusia.

Menurut sebuah pernyataan dari Kantor Kepresidenan Ukraina, Negara Ukraina menuntut gencatan senjata sesegera mungkin dan penarikan pasukan Rusia, .

Berdasarkan laporan CNN International, delegasi yang melakukan pembicaraan dengan Rusia yakni sejumlah pejabat tinggi Ukraina, termasuk Menteri Pertahanan Oleksiy Reznikov, penasihat Kepala Kantor Presiden Ukraina Mykhailo Podoliak dan Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Mykola Tochytskyi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan tidak ikut dalam rombongan tersebut. 

Sebelumnya, Zelensky sendiri mengaku tidak berharap banyak pada hasil dari pertemuan itu.

"Saya tidak terlalu percaya dengan hasil pertemuan ini, tetapi biarkan mereka mencoba. Sehingga nantinya tidak ada satu pun warga Ukraina yang ragu bahwa saya, sebagai presiden, sudah mencoba menghentikan perang," tegas Zelensky, dikutip AFP.

Meski demikian, upaya perundingan ini setidaknya memberikan Putin pilihan untuk mengakhiri perang di Ukraina, jika pasukan Rusia tidak juga berhasil melawan mundur pasukan Ukraina.

Serangan yang dilancarkan Rusia ke Ukraina disebut masih dalam tahap awal. Ini artinya Rusia dapat mengerahkan kekuatan tempur yang lebih besar ke Ukraina

Apa Alasan Rusia Menyerang Ukraina? 

Seperti diketahui, wilayah yang sekarang disebut Ukraina, Rusia, dan Belarusia adalah bagian dari Kievan Rus.

Kievan Rus adalah negara adidaya abad pertengahan yang berpusat di tepi Sungai Dnieper, hampir 1.200 tahun yang lalu.

Namun  Rusia dan Ukraina memiliki bahasa, sejarah dan politik yang berbeda.

Presiden Rusia Vladimir Putin  telah berulang kali mengklaim bahwa Rusia dan Ukraina adalah "satu", bagian dari "peradaban Rusia" yang juga mencakup negara tetangga Belarusia.

Sementara itu, Ukraina menolak klaim Putin tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved