Imbas Konflik Rusia-Ukraina, Harga LPG Non Subsidi di Indonesia Naik, Ini Daftar Harga Terbarunya
Imbas konflik Rusia dan Ukraina, harga LPG non subsidi naik di Indonesia, ini harga terbarunya.
2. Bright Gas 5,5 Kg: Rp 91.000 dan Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg Rp 189.000
Harga ini berlaku di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
3. Bright Gas 5,5 Kg: Rp 94.000 dan Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg Rp 197.000
Harga ini berlaku di wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.
4. Bright Gas 5,5 Kg: Rp 104.000 dan Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg Rp 223.000
Harga ini berlaku di wilayah Kalimantan Utara.
5. Bright Gas 5,5 Kg: Rp 114.000 dan Bright Gas 12 Kg/Elpiji 12 Kg Rp 243.000
Harga ini berlaku di wilayah Maluku.
Konflik Rusia VS Ukraina Pengaruhi Harga Minyak Dunia
Konflik antara Rusia dan Ukraina membuat tren harga minyak dunia terus meningkat.
Serangan Rusia secara penuh pada Kamis (24/2/2022), mengakibatkan harga minyak Brent tembus di atas US$100 per barel.
Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) juga terkena dampaknya, dikutip dari Migas ESDM.
Perkembangan ICP per 24 Februari 2022, tercatat sebesar US$95,45 per barel.
"Data sementara ICP bulan Februari 2022 per tanggal 24 sebesar US$95,45 per barel. Kalau harga minyak Brent, sudah lebih dari US$100/barel. Sejak ICP naik di atas US$63 per barel (asumsi APBN 2022), kita terus monitor dan antisipasi dampaknya. Tidak hanya harga minyak, tapi harga LPG seperti CP Aramco," ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Agung Pribadi, di Jakarta (26/2/2022).
Harga Minyak Dunia Pengaruhi APBN Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-lpg-non-subsidi.jpg)