Minggu, 26 April 2026

Blak-blakan Bongkar Alasan Ngotot Kejar Ukraina Demiliterisasi dan Netralitas Mutlak, Putin: Nuklir!

Putin membeberkan alasan dirinya melarang Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

Alexey NIKOLSKY / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUNPALU.COM - Invasi Rusia terhadap Ukraina masih terus berlanjut hingga saat ini.

Meskipun mendapatkan sanksi dari berbagai pihak, namun Rusia tetap melakukan serangan terhadap Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin membeberkan alasan pamungkas mengapa tuntutan Rusia untuk demiliterisasi, denazifikasi, dan netralitas mutlak Ukraina untuk tidak bergabung dengan NATO, tidak bisa ditawar-tawar sama sekali.

Ternyata alasannya tentang kapasitas dan kapabilitas Ukraina untuk membangun senjata nuklir, dan potensi Ukraina menggunakan senjata itu untuk mengancam eksistensi Rusia.

Baca juga: Ukraina-Rusia Saling Mempermalukan, Minta Ibu Jemput Tentara Tertangkap, Hentikan Perang di 2 Kota

Baca juga: Jenderal Rusia Tewas Ditembak Sniper Ukraina, Milisi di Kiev Makin Semangat Pukul Pasukan Putin

“Sekarang mereka berbicara tentang memperoleh status nuklir. Artinya memperoleh senjata nuklir. Kita tidak bisa mengabaikan hal-hal seperti itu. Terutama karena kita tahu bagaimana Barat berperilaku terhadap Rusia,” kata Putin saat bertemu pramugari maskapai Rusia, dimana ia ditanyai tentang tujuan operasi khusus di Ukraina, seperti dilansir RIA Novosti, Sabtu (5/3/2022).

Seperti yang dijelaskan Putin, Ukraina punya kompetensi membuat senjata nuklir sejak zaman Soviet. "Untuk pengayaan dan bahan nuklir, mereka dapat mengatur itu," katanya.

Selain itu, lanjut Putin, Kiev punya kompetensi mengembangkan dan memproduksi peluru kendali.

"Mereka akan membangun dan melakukannya. Dan mereka (Barat) juga akan membantu melakukannya dari seberang lautan," pemimpin Rusia itu menyimpulkan.

"Satu 'Yuzhmash' nilainya tinggi, karena perusahaan itu mendesain dan membuat peluru kendali balistik antarbenua untuk Uni Soviet. Mereka akan meningkatkan [kapasitas] dan melakukannya,” tukas Putin.

Pada saat yang sama, dari seberang lautan, lanjutnya, Ukraina juga akan dibantu secara sembunyi-sembuyi.

"Kemudian mereka akan berkilah tidak mengakui status nuklir, lalu berkata [mereka/Ukraina] melakukannya sendiri. Selanjutnya mereka akan menempatkan kompleks (rudal nuklir) ini di bawah kendali (Barat). Dan mulai detik tersebut, mulai detik itu, takdir Rusia akan sepenuhnya berbeda," kata Putin.

Pemegang sabuk hitam judo itu juga menekankan skenario tersebut bisa menimbulkan bahaya besar bagi Rusia.

Dia menjelaskan, musuh strategis Rusia bahkan tidak perlu punya rudal balistik antarbenua.

"Di sini (di depan rumah) kita akan langsung ditodong senjata nuklir, itu sudah. Nah, bagaimana kita bisa melewati semua ini?" tanya Putin,

"Ancaman yang benar-benar nyata, ini bukan omong kosong yang dibuat-buat," pungkasnya seperti dikutip Tass, Sabtu (5/3).

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved