Senin, 27 April 2026

Tak Kalah Pedas dari PDIP, PSI Sentil Anggaran Formula E Bengkak Rp10 M: Tidak Masuk Logika

Setelah sebelumnya PDIP melontarkan kritik pedasnya soal anggaran yang naik dari Rp 50 miliar jadi Rp 60 miliar. Kali ini giliran kubu PSI berkoar

Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Alat berat terus mengerjakan proyek pembangunan sirkuit Formula E di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (6/3/2022). Progres pembangunan sirkuit Formula E sepanjang 2,4 kilometer ini, kini sudah mencapai 52 persen. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNPALU.COM - Berbagai pihak melayangkan kritikan pedas usai anggaran sirkuit Formula E  membengkak Rp 10 miliar.

Setelah sebelumnya PDIP melontarkan kritik pedasnya soal anggaran yang naik dari Rp 50 miliar jadi Rp 60 miliar.

Kali ini giliran kubu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berkoar.

Mereka menyoroti anggaran sirkuit membengkak di tengah kesulitan masyarakat yang menghadapi kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan komoditas pangan.

Pembangunan Lintasan Formula E Membengkak Rp 10 Miliar, PSI Menilai Perencanaan Proyek Tidak Matang

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menilai perencanaan turnamen Formula E tidak dilakukan dengan matang.

Walhasil, biaya pembangunan lintasan Formula E di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, membengkak Rp 10 miliar.

Sehingga, totalnya menjadi Rp 60 miliar.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo.

Jika perseroan daerah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melakukan perencanaan dengan baik, tentu biaya pembangunan tidak akan semakin tinggi.

"Dari awal sudah kami katakan. Formula E ini janggal. Anggaran naik hingga Rp 10 miliar hanya untuk biaya sirkuit. Buat apa apalagi ini di tengah pandemi Covid-19,” kata Anggara berdasarkan keterangannya pada Selasa (8/3/2022).

“Ini tidak main-main ini dan sepertinya Pemprov DKI tidak tahu prioritas. Mudah sekali untuk menaikkan anggaran. Begini lah kalau perencanaannya tidak matang. Kami tidak kaget,” ujar Anggara.

Selain itu, Anggara menerangkan bahwa proyek Formula E sudah memiliki banyak persoalan dari awal.

Anggara juga menyinggung proses tender yang tidak transparan.

"Kami saja tidak diberi tahu, feasibility study (studi kelayakan) sudah direvisi sesuai LHP BPK atau belum. Sudah buru-buru, tiba-tiba anggaran naik. Kami hanya minta transparansi. Ini kan tidak masuk di logika,” jelas Anggara.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved