Menko Perekonomian

Menko Airlangga Harap Unhas Makassar Jadi Pusat Keunggulan Wilayah Timur

Menurutnya seiring hadirnya era transformasi digital, Pemerintah terus mengakselerasi ekonomi digital Indonesia

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: mahyuddin
handover
Menteri Koordinator Bidang Perekonomiam Airlangga Hartarto menjadi narasumber pada Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomiam Airlangga Hartarto menjadi narasumber pada Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Kuliah Umum itu bertajuk Akselerasi Pemulihan dan Transformasi Ekonomi melalui Dukungan Teknologi Digital.

Dalam paparannya, Airlangga mengatakan ekonomi digital merupakan sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan di masa pandemi ini.

Menurutnya seiring hadirnya era transformasi digital, Pemerintah terus mengakselerasi ekonomi digital Indonesia.

Termasuk dengan pengembangan keterampilan digital pada Generasi Z atau Generasi Milenial.

Hingga 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang. Selama masa pandemi ini ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan dalam hal digitalisasi, yaitu di bidang pendidikan (edutech) dan kesehatan (healthtech).

“Generasi muda yang berkualitas tinggi akan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Society 5.0. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan berkontribusi senilai Rp 4.434 triliun kepada PDB Indonesia di 2030 atau setara dengan 16% dari PDB. Peluang besar ekonomi digital Indonesia ini harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama,” ujar Menko Airlangga, Sabtu (12/3/202).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomiam Airlangga Hartarto menjadi narasumber pada Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomiam Airlangga Hartarto menjadi narasumber pada Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. (handover)

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengatakan, ekonomi digital Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di ASEAN dengan nilai US$70 miliar atau menguasai 40% dari pangsa ekonomi digital ASEAN.

Nilai tersebut diperkirakan terus tumbuh hingga mencapai US$146 miliar pada 2025.

Salah satu sektor pendatang baru yang tampil mengisi lanskap ekonomi digital Indonesia adalah sektor edutech, yang saat ini memiliki pengguna aktif dengan pertumbuhan signifikan mencapai 200% pada 2020.

“Pemerintah mendorong pengembangan talenta digital melalui berbagai program seperti Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Namun, transformasi ekonomi memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak, termasuk Perguruan Tinggi,” ucap Menko Airlangga.

“Pengembangan talenta digital diharapkan juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan digitalisasi UMKM di Indonesia. Sehingga lulusan universitas tidak hanya berperan sebagai job seeker namun dapat juga menjadi job creator,” tegas Menko Airlangga.

Kewirausahaan dan UMKM merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi.

UMKM Indonesia saat ini berjumlah sekitar 64,2 juta usaha dan berkontribusi 60,51% terhadap PDB atau senilai Rp9.580 triliun.

UMKM juga berkontribusi terhadap penyerapan 97% dari total tenaga kerja yang ada dan dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi. Namun, saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah, yakni 3,47% dari total populasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomiam Airlangga Hartarto menjadi narasumber pada Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomiam Airlangga Hartarto menjadi narasumber pada Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. (handover)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved