Minggu, 3 Mei 2026

Daftar 10 Orang Terkaya 'Beneran' di Indonesia Tanpa Gelar Crazy Rich

Istilah itu disematkan pada mereka yang kerap memamerkan kekayaannya di media sosial.

Tayang:
Editor: mahyuddin
handover
ILUSTRASI ORANG KAYA 

Langkahnya membangun Indorama diawali ketika ia bersama sang ayah memutuskan pindah dari India ke Indonesia pada tahun 1974 silam dan mendirikan Indorama Synthetics, pabrik garmen yang memproduksi benang pintal di Purwakarta, Jawa Barat. 

Tak berhenti sampai di sana, Lohia memboyong Indorama ke industri petrokimia dengan melalui akuisisi Eleme Petrochemicals Company pada tahun 2006 silam.

Langkah yang menjadi bagian dari ekpansi bisnis itu pun kini mengukuhkan Indorama sebagai salah satu investor terbesar di sektor petrokimia Afrika Barat.

Adik laki-lakinya, Aloke Lohia, juga seorang miliarder dan tinggal di Thailand.

5. Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu (pasardana)

Jumlah Harta: 6,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87 triliun

Prajogo Pangestu, pengusaha asal Sambas, Kalimantan Barat menjadi orang terkaya nomor lima di Indonesia.

Ia adalah seorang anak dari pedagang karet dan memulai bisnis di bidang perkayuan pada akhir tahun 1970-an.

Perusahaannya, Barito Pacific Timber go public pada 1993 dan berganti nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayunya pada 2007.

Pada 2007, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen perusahaan petrokimia Chandra Asri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Pada 2011, Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.

Prajogo Pangestu sempat merasakan getir kehidupan kala membangun bisnisnya dari bawah.

Terlahir dengan nama Phang Djoem Phen, Prajogo kecil menghabiskan masa mudanya dengan bekerja serabutan.

Dia melakoni profesi sebagai sopir angkutan kota (angkot) hingga berkenalan dengan cukong kayu bernama Burhan Uray.

Pengusaha asal Malaysia itu terpikat atas keuletan Prajogo.

Setelah tujuh tahun diberi kesempatan bergabung, Burhan lantas memberikan kepercayaan Prajogo menduduki salah satu posisi strategis di Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur.

6. Chairul Tanjung

Putri Tanjung dan Chairul Tanjung
Putri Tanjung dan Chairul Tanjung (Instagram @putri_tanjung)

Jumlah Harta: 5,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 78 triliun

Chairul Tanjung, pendiri dan pemilik CT Corp menjadi orang terkaya di Indonesia nomor enam di Indonesia.

Sumber kekayaan ayah dari Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Putri Tanjung ini berasal dari berbagai lini bisnis.

Ia memiliki bank, mengoperasikan hypermarket, serta menjalankan stasiun TV.

Trans Retail miliknya memiliki toko grosir dengan merek Carrefour dan Transmart.

CT Corp juga mengontrol franchise Wendy di Indonesia serta memiliki franchise Versace, Mango, dan Jimmy Choo.

Chairul Tanjung juga memiliki saham di maskapai nasional Garuda Indonesia.

7. Susilo Wonowidjojo dan keluarga

Susilo Wonowidjojo
Susilo Wonowidjojo (tribunnews)

Jumlah harta: 4,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 68 triliun

Susilo Wonowidjojo dan keluarganya mendapatkan harta kekayaan mereka dari perusahaan rokok Gudang Garam.

Ayahnya, Surya yang memulai bekerja di bisnis tembakau milik pamannya, mendirikan Gudang Garam pada 1958.

Dua lima tahun kemudian, kakak laki-lakinya, Rachman Halim mengambil alih perusahaan tersebut dan menjalankannya sampai kematiannya pada 2008.

Susilo Wonowidjojo menjabat sebagai presiden direktur sejak 2009, sedangkan adiknya Juni Setiawati menjadi presiden komisaris.

Gudang Garam juga berekspansi ke bidang infrastruktur termasuk pembangunan dan pembangunan jalan tol pada 2019, serta membangun Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.

8. Boenjamin Setiawan dan keluarga

Boenjamin Setiawan
Boenjamin Setiawan (handover)

Jumlah harta: 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 60 triliun

Boenjamin Setiawan, yang memiliki gelar doktor di bidang farmakologi, mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada 1966 bersama lima saudara kandungnya.

Kalbe Farma kini menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.

Perusahaan ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 1991 sehingga Boenjamin Setiawan dan saudara-saudaranya memiliki saham yang cukup besar.

"Dr. Boen," begitu ia akrab dipanggil, juga mengendalikan RS Mitra Keluarga yang sudah go public dan mengoperasikan 25 rumah sakit.

9. Jogi Hendra Atmadja dan keluarga

Jogi Hendra Atmadja
Jogi Hendra Atmadja (handover)

Jumlah harta: 4,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 58 triliun

Jogi Hendra Atmadja adalah pemilik PT Mayora, salah satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia, menjual kopi, sereal, permen, biskuit, dan lainnya.

Grup Mayora menjual sejumlah merek, termasuk Kopiko, Danisa dan Roma, di lebih dari 100 negara.

Keluarga Jogi mulai membuat biskuit di rumah pada 1948 dan secara resmi mendirikan grup Mayora pada 1977.

10. Bachtiar Karim dan keluarga

Bachtiar Karim
Bachtiar Karim (handover)

Jumlah harta: 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 50 triliun

Bersama saudaranya Burhan dan Bahari, Bachtiar Karim menjalankan Musim Mas Group, sebuah perusahaan yang bergerak di lini bisnis utama minyak sawit atau CPO.

Almarhum ayahnya, Anwar Karim mendirikan Pabrik Sabun Nam Cheong pada 1932.

Keluarga tersebut membuka kilang minyak sawit pertama di Indonesia pada 1970.

Musim Mas pun secara resmi didirikan dua tahun kemudian.

Keluarga mendirikan pusat wirausaha di Universitas Sumatera Utara di Medan.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul SOSOK 10 Orang Terkaya di Indonesia Tanpa Gelar Crazy Rich, Hartanya Capai Triliunan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved