Warga Ukraina Berlindung di Masjid, Ribuan Tewas Akibat Serangan Rusia di Mariupol

Ukraina kini sedang berada dalam kondisi kritis ketika invasi Rusia telah memasuki hari ke-18, Minggu (13/3/2022).

AFP
KORBAN PERANG - Dua pria membawa mayat dalam kantong mayat dan membaringkannya di samping mayat lain di halaman tertutup salju di Mykolaiv, Jumat (11/3/2022). 

TRIBUNPALU.COM - Ukraina kini sedang berada dalam kondisi kritis ketika invasi Rusia telah memasuki hari ke-18, Minggu (13/3/2022).

Serangn Rusia tak henti-henti membuat beberapa kota di Ukraina luluh lantak.

Salah satunya Kota Mariupol yang terus digempur Rusia sejak Jumat (11/3/2022).

Dilansir dari Tribunnews.com, akibat serangan ini, sejumlah warga yang tewas jasadnya sampai tak dapat dimakamkan.

Kondisi ini berbanding dengan klaim Rusia yang menyatakan tak menargetkan warga sipil.

Baca juga: Amerika Marah Besar, Biden Ancam Putin Soal Senjata Kimia: Rusia akan Bayar Harga Mahal

Pasukan Rusia telah memblokir Kota Mariupol.

Disebutkan bahwa akses menuju kota termasuk jembatan sudah dihancurkan.

Pejabat Ukraina menuding Rusia sengaja mencegah para pengungsi meninggalkan kota tersebut.

Pasukan Rusia dilaporkan menghentikan beberapa bus yang berisi warga yang mencoba melarikan diri ke wilayah Kyiv.

Akibat gempuran ini, penduduk Mariupol telah hidup tanpa listrik dan air selama seminggu.

Tak hanya mencegah bus pengungsi, pasukan Rusia juga disebut menghalangi upaya bantuan kemanusiaan ke Mariupol.

Dewan Kota Mariupol mengungkapkan, sebanyak 1582 warga sipil tewas di kota tersebut sejak invasi Rusia.

Kondisi ini berbeda dengan yang dikatakan Rusia beberapa waktu lalu.

Rusia sempat mengatakan mereka tak menargetkan warga sipil dalam operasi militer ini.

Persediaan kebutuhan pokok di Mariupol dilaporkan semakin menipis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved