Denny Siregar Soal Immanuel Ebenezer Dicopot: Sabar, Gak Ada Kursi Komisaris, Refli Harun pun Jadi
Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer atau akrab disapa Noel dicopot dari posisi Komisaris Utama PT Mega Eltra.
TRIBUNPALU.COM - Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer atau akrab disapa Noel dicopot dari posisi Komisaris Utama PT Mega Eltra.
Pegiat media sosial Denny Siregar turut berkomentar terkait pencopotan itu.
Diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Immanuel Ebenezer dari jabatan Komisaris di PT Mega Eltra yang merupakan anak usaha BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero).
Pantauan Tribun-timur.com, Denny Siregar beberapa kali memposting melalui media sosialnya terkait Immanuel Ebenezer yang dicopot dari Komisaris anak BUMN tersebut.
Tampak Denny Siregar memposting capture artikel terkait pencopotan Noel di aakun Instagram @dennysirregar.
"Sabar ya, bro. Kata orang, "Gak ada kursi komisaris, refli harun pun jadi..," tulis Denny Siregar, Rabu (23/3/2022), dikutip Tribun-timur.com.
Sebelumnya, Denny Siregar juga berkomentar lewat akun Twitter @Dennysiregar7.
"Kapan2 kita ngopi Noel, sambil maen catur.
Sekalian gua ceritain bgmn berbahayanya Munarboy buat negeri ini.
Biar lu paham dan gak sembarangan.
Ini bukan masalah kebencian, ini mslh menjaga negeri.
Belajar humble lah, teman. Arogan itu jatuhnya menyakitkan..," tulis Denny Siregar, dikutip Tribun-timur.com.
Diberitakan Kompas.com, Immanuel Ebenezer atau akrab disapa Noel, dicopot dari posisi Komisaris Utama PT Mega Elektra yang merupakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero).
Menurut Noel, pencopotan secara resmi akan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Mega Elektra yang diselenggarakan Kamis (24/3/2022).
"Iya sudah dicopot, per hari ini, tapi baru besok definitif, karena RUPSLB dulu, mereka secara prosedural harus memanggil saya. Tadi sudah (dipanggil), besok RUPSLB-nya," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (23/3/2022).
Terkait alasan pencopotannya, Noel mengaku tidak tahu.
Lantaran menurut dia selama menjabat sebagai Komisaris Utama Mega Elektra tidak menunjukkan kinerja yang buruk atau terlibat kasus pidana.
Oleh sebab itu, dia menduga pencopotannya hanya berdasarkan kebencian dari kelompok tertentu yang tidak suka dengan dirinya.
"Saya enggak tahu alasan pencopotan saya apa, sampai detik ini tidak ada alasannya. Alasan kinerja, tidak, alasan pidana, tidak, alasan narkoba tidak, alasan korupsi, tidak," ungkapnya.
"Jadi saya enggak ngerti. Tapi saya melihatnya pencopotan saya itu didasari oleh kebencian dan dendam," imbuh Noel.
Kendati demikian, Noel memastikan, menerima pencopotan dirinya dari posisi Komisaris Utama Mega Elektra dan tidak akan melakukan perlawanan.
Ia bilang, dirinya tak haus akan jabatan sehingga tak perlu melakukan perlawanan meski alasan pencopotannya dinilai tidak jelas.
"Dengan pencopotan saya ini, saya tidak akan melakukan perlawanan apapun, karena saya bukan ornag yang haus kekuasaan, haus jabatan. Karena integritas tidak bisa dibayar dengan jabatan," pungkas dia.
Sebelumnya, tuntutan pencopotan Noel pernah disuarakan oleh puluhan massa yang mengatasnamakan Merah Putih Bergerak yang menggelar aksi di Kantor Kementerian BUMN pada 14 Maret 2022 lalu.
Bela Munarman di Persidangan
Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Immanuel Ebenezer disorot lantaran menjadi saksi meringankan bagi terdakwa Munarman dalam lanjutan sidang dugaan tindak pidana terorisme di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada 23 Februari 2022.
Dilansir dari Kompas TV, Immanuel Ebenezer, hadir sebagai saksi meringankan bagi terdakwa Munarman dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme menuai kontroversi.
Immanuel beranggapan bahwa tuduhan terorisme yang dialamatkan ke Munarman salah.
Dia mengaku memiliki bukti-bukti bahwa Munarman bukan sosok teroris.
Menurutnya, apabila Munarman benar seorang teroris, dia tidak segan-segan meledakkan acara 212 tahun 2016, di mana ada Presiden dan beberapa pejabat tinggi.
Kesediaan Immanuel menjadi saksi meringankan Munarman juga atas inisiatifnya sendiri.
Selain itu, Immanuel Ebenezer juga mengatakan bahwa Munarman adalah kawannya.
Alasan Immanuel menjadi saksi meringankan dalam sidang Munarman pun mendapatkan tanggapan dari Eko Kuntadhi.
“Ya, saya juga bingung ini. Saksi sebagai kawan. Katanya Munarman sebagai temannya, yang kedua kalau sebagai teroris maka dia meledakkan,” kata Eko Kuntadhi dalam Kompas Petang, Sabtu (26/2/2022).
Eko mengatakan bahwa logika Immanuel Ebenezer yang mengatakan bahwa teroris adalah seseorang yang meledakkan sangat naif.
Dia memberi contoh beberapa nama yang disangkakan sebagai teroris, seperti Osama bin Laden, Abu Bakar Baasyir, dan Oman Abdurrahman.
Immanuel Ebenezer, hadir sebagai saksi meringankan bagi terdakwa Munarman dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme menuai kontroversi.
Immanuel beranggapan bahwa tuduhan terorisme yang dialamatkan ke Munarman salah. Dia mengaku memiliki bukti-bukti bahwa Munarman bukan sosok teroris.
Menurutnya, apabila Munarman benar seorang teroris, dia tidak segan-segan meledakkan acara 212 tahun 2016, di mana ada Presiden dan beberapa pejabat tinggi.
Kesediaan Immanuel menjadi saksi meringankan Munarman juga atas inisiatifnya sendiri.
Selain itu, Immanuel Ebenezer juga mengatakan bahwa Munarman adalah kawannya.
Alasan Immanuel menjadi saksi meringankan dalam sidang Munarman pun mendapatkan tanggapan dari pegiat media sosial, Eko Kuntadhi.
“Ya, saya juga bingung ini. Saksi sebagai kawan. Katanya Munarman sebagai temannya, yang kedua kalau sebagai teroris maka dia meledakkan,” kata Eko Kuntadhi dalam Kompas Petang, Sabtu (26/2/2022).
Eko mengatakan bahwa logika Immanuel Ebenezer yang mengatakan bahwa teroris adalah seseorang yang meledakkan sangat naif.
Dia memberi contoh beberapa nama yang disangkakan sebagai teroris, seperti Osama bin Laden, Abu Bakar Baasyir, dan Oman Abdurrahman. (Kompas.com/ Yohana Artha Uly, Kompas TV/ Fiqih Rahmawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/denny-siregar-soal-immanuel-ebenezer-dicopot.jpg)