Perlakuan Kejam Putin pada Warganya yang Pro Ukraina, Diteror dengan Kepala Babi dan Kotoran Hewan
Tidak seluruh masyarakat Rusia setuju atau mendukung aksi Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan invasi ke Ukraina.
TRIBUNPALU.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk menginvasi Ukraina sejak 24 Februari 2022.
Namun rupanya keputusan Putin tersebut tidak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Termasuk dari sebagian warga Rusia sendiri.
Tidak seluruh masyarakat Rusia setuju atau mendukung aksi Putin melakukan invasi ke Ukraina.
Sejumlah aktivis hingga jurnalis di Rusia berani menyatakan pendapat pro Ukraina yang berbeda dengan masyarakat mayoritas serta pemerintah.
Para aktivis dan tokoh-tokoh yang pro Ukraina ini kini menjadi target teror dan vandalisme orang tak dikenal.
Baca juga: Pengkhianat! Ternyata Ada Satu Pecatan TNI yang Bantu KKB Papua Serang Pos Marinir di Ndunga
Baca juga: Presiden Rusia Putin Ternyata Ketakutan usai Serang Ukraina hingga Tak Mau Gunakan Ponsel
Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, teror yang dialami oleh para aktivis beragam.
Kasus paling ekstrem diketahui seorang jurnalis pro Ukraina menemukan sebuah potongan kepala babi di depan pintu rumahnya.
Babi tersebut tampak menggunakan sebuah wig rambut.
Ada juga tokoh yang menjadi korban vandalisme yakni pintu apartemen miliknya ditempeli stiker bertuliskan 'pengkhianat'.
Sementara itu, seorang aktivis politik bernama Darya Kheikinen menemukan tumpukan kotoran hewan di keset depan rumahnya.
Ditemukan juga beberapa kertas bertuliskan pengkhianat.
"Ini mungkin terjadi karena pernyataan saya yang anti perang dan oposisi," ungkap Kheikinen.
Kheikinen mengaku tidak tahu siapa orang di balik teror tersebut.
Alih-alih merasa takut, Kheikinen justru merasa terhibur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/vladimir-putin-6536543.jpg)