Kamis, 9 April 2026

China Beri Peringatan Serius: Efek Sanksi Terhadap Rusia Bisa Menyebar ke Seluruh Dunia!

China telah menolak untuk mengutuk tindakan Rusia di Ukraina atau menyebutnya sebagai invasi, dan berulang kali mengkritik sanksi Barat ilegal.

handover
PERTEMUAN RUSIA-CHINA: Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengunjungi China dan bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Rabu (30/3/2022) waktu setempat. Lavrov menegaskan bahwa Rusia dan China akan bersama membangun tatanan dunia baru. 

TRIBUNPALU.COM - Sanksi terhadap Rusia akibat invasi ke Ukraina menjadi perhatian serius China.

Pihak China memberi peringatan, efek sanksi terhadap Rusia berisiko menyebar ke seluruh dunia.

Apalagi sebelumnya, Uni Eropa telah mewanti-wanti Beijing terkait sanksi terhadap Rusia.

Wang Lutong, Direktur Jenderal Urusan Eropa Kementerian Luar Negeri China, menyatakan, China berkontribusi pada ekonomi global dengan melakukan perdagangan normal dengan Rusia.

Baca juga: Rusia Dipermalukan! Pasukan Elite Andalan Putin Hancur Lebur di Tangan Tentara Cadangan Ukraina

"China bukan pihak terkait dalam krisis Ukraina. Kami tidak berpikir perdagangan normal kami dengan negara lain harus terpengaruh," katanya, Sabtu (2/4/2022), seperti dikutip Reuters.

China telah menolak untuk mengutuk tindakan Rusia di Ukraina atau menyebutnya sebagai invasi, dan berulang kali mengkritik sanksi Barat ilegal dan sepihak.

"Kami menentang sanksi, dan efek dari sanksi ini juga berisiko menyebar ke seluruh dunia, yang mengarah ke perang mata uang, perang perdagangan dan keuangan," ungkap Wang.

"Dan juga berisiko membahayakan rantai pasokan dan rantai industri dan globalisasi dan bahkan tatanan ekonomi," sebutnya.

Dampak Sanksi ke Rusia

Sanksi negara-negara Barat ke Rusia mulai berdampak.

Eropa dilanda inflasi yang sangat tinggi.

Hari ini, inflasi di benua negara-negara maju itu melonjak ke rekor baru.

Demikian menurut angka baru Uni Eropa yang dirilis pada Jumat (1/4/2022).

Ini merupakan tanda baru bahwa kenaikan harga energi yang dipicu oleh perang Rusia di Ukraina menekan konsumen dan menambah tekanan pada bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Melansir Associated Press, harga barang-barang konsumen di 19 negara yang menggunakan mata uang euro naik dengan tingkat tahunan 7,5 persen di bulan Maret, menurut badan statistik Uni Eropa, Eurostat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved