Bahasa Gaul
Fenomena Bahasa Gaul Ala Anak Jaksel Populer, Bakal Berdampak pada Bahasa Indonesia?
Fenomena which is, basically, literally populer jadi bahasa ala anak Jakarta Selatan atau Jaksel. Adakah dampaknya pada bahasa Indonesia>
TRIBUNPALU.COM - Belum lama ini fenomena which is, basically, literally populer jadi bahasa ala anak Jakarta Selatan atau Jaksel.
Mereka mencampurkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam satu kalimat, bahkan satu kata atau dalam sosiolingustik (ilmu bahasa dari segi sosial), disebut alih kode atau code switching.
Baca juga: Arti Kata Flexing dalam Bahasa Gaul, Ketahui Juga Sejumlah Istilah Populer Lainnya Berikut
Adakah dampak dari fenomena itu?
Meski menggabungkan kedua bahasa, namun Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UNAIR Dr Dra Ni Wayan Sartini MHum menyebut tidak ada dampak buruk bagi bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia tetap tidak akan tergeser kedudukannya dengan adanya bahasa Jaksel tersebut.
“Karena saat berada di situasi formal atau resmi, penutur akan menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai.
Saya rasa juga mereka tidak menggunakan bahasa Jaksel ketika menjadi pembicara seminar, saat ujian skripsi, atau situasi formal lainnya. Akan menjadi tindakan yang kurang tepat jika sampai terjadi,” ujar Dr Wayan dikutip dari keterangan tertulis, Senin (4/4/2022).
Fenomena ini tidak berdampak buruk, namun bahasa Jaksel dapat menjadi sarana pembelajaran bahasa asing.
Jika seseorang dapat menguasai dua bahasa sekaligus atau lebih, maka dikatakan sebagai bilingual.
Dr Wayan mengungkapkan, fenomena kebahasaan masyarakat itu merupakan hasil dari pemikiran atau ide yang kreatif.
“Tidak akan menjadi masalah jika masyarakat menggunakan bahasa yang bercampur. Selama penggunaannya berada dalam situasi yang tepat. Artinya, hanya pada ranah pergaulan atau informal,” tutur Dr Wayan.
Baca juga: Apa Itu Bucin, Pansos, Maszeh, Komuk, hingga Woles, Ketahui Arti Kata Sederet Arti Kata Bahasa Gaul
Bagi Dr Wayan, bahasa seperti sebuah pakaian, tidak dapat menyamakan penggunaannya pada situasi yang berbeda. Bahasa yang baik adalah ketika bahasa tersebut menyesuaikan situasinya.
“Hal yang saya lihat selama ini penutur menggunakannya hanya sebagai bahasa pergaulan. Jadi, sah-sah saja,” sambungnya.
Penyebab Munculnya Bahasa Ala Anak Jaksel
Munculnya bahasa Jaksel tidak lepas dari pengaruh globalisasi.
Kini bahasa Inggris, merupakan bahasa persatuan dalam dunia global.
“Karena perkembangan bahasa mengikuti perkembangan budaya,” ungkap dosen asal Bali tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-bahasa-gaul.jpg)