Selasa, 21 April 2026

Borok Amerika Dibongkar, Bela Mati-matian Ukraina Tapi Diam-diam Lakukan Transaksi dengan Rusia

Bak jilat ludah sendiri, sikap Amerika Serikat berubah drastis ketika menyerukan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Pavel Golovkin, Eric BARADAT / AFP / POOL
(FILES) Foto kombinasi ini menunjukkan Presiden AS Joe Biden (kiri) saat memberikan sambutan tentang implementasi Rencana Penyelamatan Amerika di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington, DC pada 15 Maret 2021; dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat ia dan mitranya dari Turki mengadakan pernyataan pers bersama setelah pembicaraan mereka di Kremlin di Moskow pada 5 Maret 2020. - Kremlin menolak pernyataan Biden, dengan mengatakan AS tidak memiliki hak untuk memutuskan. 

TRIBUNPALU.COM - Borok Amerika Serikat di tengah perang Rusia-Ukraina tiba-tiba terbongkar.

Bak jilat ludah sendiri, sikap Amerika Serikat berubah drastis ketika menyerukan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Pihak Rusia mengklaim, Amerika Serikat diam-diam melakukan tindakan aktivitas impor yang berbanding terbalik dengan seruannya selama ini.

Sebelumnya Amerika gencar menyerukan sanksi ekonomi pada Rusia.

Artinya negara-negara dilarang untuk melakukan aktivitas ekonomi pada Rusia, termasuk pembatasan ekspor dan impor dari Rusia.

Baca juga: Ini 6 Negara yang akan Jadi Sekutu Rusia Jika Perang Dunia III Terjadi, Siapa Saja?

Meski demikian, tampaknya Amerika menjilat ludah sendiri, setelah terungkap lakukan transaksi dengan Rusia.

Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Mikhail Popov mengatakan pada 3 April 2022 bahwa AS masih diam-diam meningkatkan pembelian minyaknya dari Rusia. Meskipun mendesak Barat dan mitranya untuk mendorong sanksi.

Selama seminggu terakhir, Amerika Serikat telah meningkatkan impor minyak dari Rusia sebesar 43 persen, kata Popov kepada surat kabar Rusia Komsomolskaya Pravda.

"AS menekan Eropa untuk menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia, sementara diam-diam mengimpor minyak dari Rusia, bahkan meningkatkan impor sebesar 43 persen menjadi 100.000 barel per hari," kata Popov.

"Selain itu, Washington juga mengizinkan perusahaan untuk mengimpor pupuk dari Rusia, mengingat itu merupakan komoditas penting," tambah Popov.

Namun, kalim Popov ini belum terkonfirmasi oleh Washington.

Rusia adalah salah satu pemasok pupuk terkemuka di dunia.

Pada tahun 2021, Rusia memimpin dunia dalam mengekspor urea, NPK, amonium nitrat.

Rusia adalah pengekspor kalium terbesar ketiga di dunia dan pengekspor fosfat terbesar keempat di dunia.

Popov menekankan bahwa Eropa seharusnya tidak terkejut jika AS "membuat tindakan yang lebih mengejutkan" dalam waktu dekat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved