Senin, 8 Juni 2026

Wisata Sulteng

Ngabuburit Asyik Sambil Telusuri Kawasan Bekas Tsunami di Teluk Palu

Sambil ngabuburit, pengunjung tidak lupa mengabadikan momen dengan berswafoto bersama kerabat maupun keluarga. 

Tayang:
Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Bekas tsunami di kawasan Teluk Palu kini menjadi lokasi ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa bagi warga.  Anak-anak hingga orang tua memadati kawasan pantai Kota Palu, Sulawesi Tengah itu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Bekas tsunami di kawasan Teluk Palu kini menjadi lokasi ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa bagi warga. 

Pantauan TribunPalu.com, Rabu (6/4/2022), anak-anak hingga orang tua memadati kawasan pantai Kota Palu, Sulawesi Tengah itu.

Sambil ngabuburit, pengunjung tidak lupa mengabadikan momen dengan berswafoto bersama kerabat maupun keluarga. 

Di lokasi itu, pemerintah tengah merampungkan pembangunan tanggul di pesisir pantai Silae, Lere, Besusu dan Talise (Silabeta). 

Keempat kelurahan tersebut termasuk kawasan terdampak parah akibat gempa disertai tsunami pada 2018 silam. 

Sebanyak 4 alat berat jenis eskavator dan beberapa truk operasional tampak parkir di sisi badan Jl Cumi-cumi, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Baca juga: Polisi Bubarkan Balap Liar di Flyover Pantoloan Kota Palu, 5 Motor Ditahan Sampai usai Lebaran

Di sepanjang Jl Cumi-cumi, puing-puing bangunan sisa gempa magnitudo 7,4 pada 2018 silam masih terlihat jelas. 

Di antara bangunan tersebut, Masjid Arqam Babu Rahman atau Masjid Apung menjadi objek paling dikenal. 

Sebab, Masjid Apung termasuk bangunan ikonik dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Palu.

Bekas tsunami di kawasan Teluk Palu kini menjadi lokasi ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa bagi warga. Anak-anak hingga orang tua memadati kawasan pantai Kota Palu, Sulawesi Tengah itu.
Bekas tsunami di kawasan Teluk Palu kini menjadi lokasi ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa bagi warga. Anak-anak hingga orang tua memadati kawasan pantai Kota Palu, Sulawesi Tengah itu. (TRIBUNPALU.COM/FANDY)

Namun memasuki tahun keempat pascabencana, bangkai bangunan masjid hanya dibiarkan begitu saja. 

Kondisinya pun sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian ditambah lagi terus terkikis ombak pantai. 

Sementara di arah timur Masjid Apung, terdapat bekas Jembatan Ponulele atau akrab dengan sebutan Jembatan Kuning. 

Baca juga: Situasi Mencekam di Puncak Akibat Serangan Mendadak KKB Papua, Warga Lari ke Polres dan Koramil

Sebelum bencana, jembatan ikonik ini sebagai penghubung antara Kelurahan Lere dan Besusu Barat. 

Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda kapan dimulainya pembangunan kembali Jembatan Kuning. 

Sehingga pengendara dari arah Kelurahan Lere menuju Besusu Barat ataupun sebaliknya terpaksa harus memutar melewati Jl Diponegoro.(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved