15 Kata Mutiara Motivasi Hidup dalam Agama Islam, Cocok untuk Caption di Media Sosial

Saat ini umat Muslim sedang menjalankan ibadan puasa di bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah.

Editor: Imam Saputro
aboutislam.net
Ilustrasi berdoa 

1. “Kekasih Tuhan akan menangis dan menangis sampai dia menemukan istirahat dalam pelukan Kekasih.”

- Rabia al-Bashri.

2. “Bagaimana sinar cahaya Tuhan bisa masuk ke dalam hati? Namun ketika Anda mencari Anda akan menemukannya di sana, bukan dari sudut pandang penahanan sehingga dapat dikatakan bahwa cahaya ada di tempat itu. Anda akan menemukannya melalui tempat itu…”

- Rumi.

3. “Berhenti bertingkah begitu kecil. Anda adalah alam semesta yang bergerak dengan gembira.”

- Rumi.

4. “Menari bukan hanya bangun tanpa rasa sakit, seperti daun yang tertiup angin; menari adalah ketika Anda merobek hati Anda dan bangkit dari tubuh Anda untuk menggantung di antara dunia. ”

- Rumi.

5. “Jika saya bertobat sekarang, apakah Tuhan akan mengampuni saya?

Tidak, tetapi jika Tuhan mengampuni Anda, Anda akan bertobat.”

-Rabia Basri.

6. “Ada lilin di hatimu, siap untuk dinyalakan.

Ada kekosongan dalam Jiwa Anda, siap untuk diisi.

Anda merasakannya, bukan?”

- Rumi.

7. “Ya, ya; Anda telah membaca ribuan buku tetapi Anda tidak pernah mencoba membaca diri Anda sendiri; Anda bergegas ke kuil-kuil Anda, ke masjid-masjid Anda, tetapi Anda tidak pernah mencoba memasuki hati Anda sendiri; sia-sia semua pertempuranmu dengan iblis karena kamu tidak pernah mencoba melawan keinginanmu sendiri.”

- Buleh Shah.

8. "Dari masing-masing, cinta menuntut keheningan mistik."

- Attar Nishapur.

9. “Matahari tidak pernah berkata kepada bumi,

"Kamu berutang padaku."

Lihat apa yang terjadi dengan cinta seperti itu.

Itu menerangi seluruh langit.”

- Hafiz.

10. “Mengapa kamu tinggal di penjara, ketika pintunya terbuka lebar?”

- Rumi.

11. “Para nabi menerima semua penderitaan dan mempercayainya. Karena air tidak pernah takut akan api.”

- Rumi.

12. “Yang dicintai tidak minum setetes air pun tanpa melihat Wajah-Nya di dalam cangkir.”

-Mansur Al-Hallaj.

13. “Tasawuf sejati adalah perlawanan: perlawanan spiritual, intelektual, sosial, budaya, politik dan ekonomi. Itu tidak bisa, pasti, mendukung diktator.”

- Tariq Ramadhan.

14. “Cinta adalah dan harus selalu tanpa syarat.”

- Zain Hasmi.

15. “Egonya jatuh seperti tembok yang rusak. Dia bersatu dengan Tuhan, hidup, tetapi kosong dari Nasuh (yaitu dirinya sendiri).”

- Rumi.

(TribunPalu/Hakim)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved