Berani Debut Luhut Soal Big Data, Ini Sosok Andri Dwinanda Aktivis BEM UI Kelahiran Makassar
Andri hadir di aksi demo protes ke Luhut itu dalam kapasitas sebagai Kepala Departemen Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
"Apa hak dan kewajiban saya untuk membuka big data itu ke Anda.."
Lagi-lagi, Andri dan diikuti teman lainnya, menjawab; "Ya, karena bapak pejabat publik. "
Andri adalah alumnus SMA 1 Bekasi.
Studi SD dan SMP diselesaikan di Jakarta.
"Saya hanya lahir dan TK di Makassar," kata Andri yang masih memiliki rumah di kawasan Puri Toddopuli, Rappocini, Kota Makassar.
Ia anak bungsu dari dua saudara. Kakaknya kini kuliah di Fakultas Kedokteran di Universitas Brawijaya, Malang.
Ayah Andri adalah guru sedangkan ibunya karyawan bank.
Soal perdebatannya dengan Menko Luhut, Andri menyebutnya spontan.
Namun soal aksi menekan Luhut membuka Big Data perpanjangan masa jabatan presiden Jokowi tiga periode dan penundaan pemilu itu sudah terencana.
Baca juga: Detik-detik Pemukul Pertama Ade Armando Ditangkap di Pesantren, Sempat Sujud Minta Maaf ke Habib
Menurutnya, sehari sebelum Bapak Luhut masuk kampus, ada rapat koordinasi antar BEM Fakultas.
"Saya diberitahu Bang Ari (Ketum BEM UI) untuk datang menagih dan menekan Pak Luhut ungkap metodologi Big Data 110 juta netizen," ujarnya.
"Bersama teman-teman lain, kami gelar aksi sejak pagi di depan Aula kampus, di mana menteri Luhut diundang ceramah. Pak Luhut ini kan memang sejak dulu selalu bikin kontroversi. Ya, kami dapat momen," jelas Andri.
Big Data 110 Juta
Sebelumnya, Luhut mengklaim big data berupa 110 juta percakapan di media sosial mendukung usulan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden hingga 3 periode
Ini disampaikan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar di Februari 2022 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Andri-Dwinanda-Rosandi.jpg)