Rabu, 22 April 2026

HAMAS SIAGA 1, Perang Bakal Pecah Setelah Israel Terpancing dan Gempur Jalur Gaza!

Kondisi di Jalur Gaza kembali bergejolak setelah pasukan militer Israel melancarkan serangan terbaru.

AP Photo
Israel meluncurkan serangan udara ke Jalur Gaza pada Selasa (19/4/2022) pagi. 

Orang-orang Palestina marah dengan kunjungan berulang kali umat Yahudi ke situs tersebut, yang diizinkan masuk tetapi tidak boleh berdoa di sana.

Pemerintah Israel pimpinan Naftali Bennett berulang kali menyatakan bahwa pasukan keamanan Israel memiliki kebebasan menangani para demonstran.

Baca juga: Lempar Al Quran, Ini Aksi Biadab Tentara Israel Serang Warga Palestina di Masjid Al Aqsa

Kemudian Hamas pada Minggu (17/4/2022) memperingatkan, Al Aqsa adalah milik kami dan milik kita sendiri, seraya bersumpah untuk membela hak warga Palestina berdoa di sana.

Baku tembak di Gaza dan bentrok Al Aqsa terjadi setelah meningkatnya kekerasan termasuk empat serangan mematikan sejak akhir Maret di Israel oleh warga Palestina dan Arab Israel yang merenggut 14 nyawa, sebagian besar warga sipil.

Sebanyak 23 warga Palestina sementara itu tewas dalam kekerasan sejak 22 Maret, termasuk penyerang yang menargetkan warga Israel, menurut penghitungan AFP.

Korban tewas termasuk Hanan Khudur, gadis Palestina berusia 18 tahun yang meninggal pada Senin (18/4/2022) setelah ditembak oleh pasukan Israel pekan lalu di desa Faquaa, dekat kota Jenin.

Yordania pada Senin (18/4/2022) memanggil kuasa usaha Israel untuk menyampaikan protes atas pelanggaran yang tidak sah dan provokatif di Masjid Al Aqsa, kata Kementerian Luar Negeri Yordania.

Yordania bertugas sebagai penjaga tempat-tempat suci di Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua yang diduduki Israel pada 1967 kemudian dicaplok dalam langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional.

Baca juga: Mereka Ingin Halangi Umat Muslim ke Masjid, Israel Mendadak Serang Jemaah Palestina, Tujuannya?

Bennett pada Senin (18/4/2022) mengecam yang disebutnya kampanye hasutan yang dipimpin Hamas dan mengatakan, Israel melakukan segalanya untuk memastikan orang-orang dari semua agama dapat beribadah dengan aman di Yerusalem.

Bennett juga menghadapi krisis politik di dalam negeri setelah koalisinya kehilangan mayoritas satu kursi di 120 kursi Knesset (parlemen Israel), tak sampai setahun sejak dia dengan susah payah menyusun pemerintahan.

Pada Minggu (17/4/2022), Raam partai Islam pertama yang menjadi bagian dari Pemerintah Israel mengatakan pihaknya mundur sementara atas insiden di Yerusalem.(*)


(Sumber: Tribun-Timur.com)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved