Ustaz Menjawab

Hukum Puasa Bagi Wanita yang Tidak Menutup Aurat Menurut Ustadz H Sabaruddin LC

Lantas muncul pertanyaan, bagaimana hukum puasa bagi wanita yang tidak menutup aurat?

Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM
Ustaz H Sabaruddin, LC dalam program 'Anda bertanya Ustadz menjawab' bekerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menjelaskan amalan paling istimewa yang dilakukan di bulan Ramadan. 

TRIBUNPALU.COM - Puasa merupakan suatu kewajiban bagi laki-laki maupun wanita yang sudah dewasa.

Lantas muncul pertanyaan, bagaimana hukum puasa bagi wanita yang tidak menutup aurat?

Ustadz H Sabaruddin LC menjawab pertanyaan itu lewat program ‘Anda Bertanya Ustadz Menjawab’, Jumat (22/4/2022).

Program dihadirkan Tribun Network kolaborasi BNI disiarkan berbagai sosial media.

Termasuk Facebook dan Intagram TribunPalu.com.

Baca juga: Ustaz Menjawab #19: Bisakah Membayar Fidyah dengan Uang?

Ustadz H Sabaruddin LC memaparkan bahwa puasa memiliki syarat dan rukun.

Kemudian puasa juga memiliki hal yang membatalkan pahala serta membatalkan syariat puasa.

Tidak menggunakan jilbab, kata Ustadz H Sabaruddin LC, tidak termasuk dalam kategori membatalkan syarat atau tidak membatalkan puasa. 

“Demikian halnya tidak membatalkan pahala puasa,” papar Ustadz H Sabaruddin.

Hanya saja, substansi dari puasa itu yaitu mampu membuat seseorang berubah menjadi jauh lebih baik. 

Ustadz H Sabaruddin mencontohkan, misalnya mereka yang dulunya tidak menutup aurat, kemudian langsung menutup aurat.

“Dulunya tidak menggunakan hijab, kemudian menggunakan hijab, maka sudah mendapatkan yang namanya substansi dari ibadah puasa,” tuturnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved