Senin, 27 April 2026

Ikut Campur! Denmark Pasok Senjata Sebanyak-banyaknya ke Ukraina, Ternyata Ada Niat Terselubung

Tidak hanya NATO dan Amerika Serikat, Denmark juga tak mau kalah akan memasok senjata sebanyak-banyaknya ke Ukraina.

(AFP/SERGEI SUPINSKY
Tentara cadangan Ukraina saat ambil bagian dalam latihan militer di luar Kiev, 19 Februari 2022 

TRIBUNPALU.COM - Tidak hanya NATO dan Amerika Serikat, Denmark juga tak mau kalah akan memasok senjata sebanyak-banyaknya ke Ukraina.

Bahkan mereka telah menjanjikan pasokan senjata tersebut saat mereka berkunjung ke Kyiv.

Tentu saja bantuan itu akan semakin memperkuat militer Ukraina.

NATO dan negara barat sepertinya terus memberikan dukungan tak henti pada UKraina.

Namun, mereka malah memasok senjata atau perlengkapan perang yang menurut Rusia justru menjadi pemicu.

Ya, Rusia sempat mengatakan, bahwa menambah bahan baka atau memasok tambahan senjata bagi Ukraina hanya akan membuat Rusia melakukan serangan yang tak terprediksi

Perdana Menteri Denmark pada Kamis berjanji untuk mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina selama perjalanan ke Kyiv, di mana dia dan mitranya dari Spanyol Pedro Sanchez bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskiy sebagai isyarat dukungan.

Mette Frederiksen juga mengunjungi kota Borodyanka yang rusak parah, yang telah direbut kembali setelah pasukan Rusia ditarik kembali dari wilayah sekitar Kyiv. Baca selengkapnya

"Kami bermaksud mengirimkan lebih banyak senjata ke Ukraina karena itulah yang paling dibutuhkan," kata Frederiksen kepada saluran TV2 Denmark saat dia berjalan di sekitar kota yang dikelilingi oleh tentara bersenjata.

Frederiksen dan rekannya dari Spanyol Pedro Sanchez keduanya tiba di Kyiv pada Kamis pagi, menurut rekaman yang diposting di akun Twitter Sanchez.

Kantor Frederiksen mengatakan pembicaraan dengan Zelenskiy akan fokus pada dukungan lebih lanjut untuk Ukraina dan penuntutan "kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia".

Rusia menyebut tindakannya sebagai "operasi militer khusus" untuk mendemiliterisasi Ukraina dan membasmi apa yang disebutnya nasionalis berbahaya.

Barat dan Kyiv menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan perang agresi yang tidak beralasan.

Banyak pemimpin Eropa telah melakukan perjalanan ke Ukraina sejak invasi Rusia untuk menunjukkan dukungan kepada presiden dan rakyatnya, terutama sejak Rusia menarik kembali pasukannya dari Ukraina utara.

Selamatkan Ribuan Militer Ukraina

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved