Bacaan Niat Puasa Syawal, dan Cara Melaksanakannya, Harus 6 Hari Berurutan?
Bacaan Niat dan Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal, Apakah Harus Berurutan 6 Hari Penuh
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT.”
Baca juga: Kapan Waktu Terakhir Membayar Zakat Fitrah Ramadhan 2022? Cek Waktu Terbaik hingga Bacaan Niat Zakat
Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal
1. Puasa Syawal dilakukan selama enam hari
Bagi yang berpuasa Ramadhan dengan sempurna, lalu mengikutkan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh.
2. Diutamakan dikerjakan berurutan
Puasa Syawal diutamakan agar dikerjakan secara berurutan.
Tetapi jika tak bisa dikerjakan berurutan, boleh dikerjakan secara terpisah-pisah.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin juga berkata, “Lebih utama puasa Syawal dilakukan secara berurutan karena itulah yang umumnya lebih mudah.
Itu pun tanda berlomba-lomba dalam hal yang diperintahkan.”
3. Usahakan untuk mengganti utang puasa Ramadhan dahulu atau puasa Qodho
Jika Anda memiliki utang puasa Ramadhan, disarankan untuk menggantinya terlebih dulu (qodho' puasa).
4. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri.
Puasa Syawal diutamakan setelah Hari Raya Idul Fitri, tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
Baca juga: Hukum Membayar Zakat Fitrah Setelah Melaksanakan Salat Idul Fitri, Apakah Diperbolehkan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-puasa-syawal-mana-yang-sebaiknya-didahulukan-puasa-ganti-qadha-atau-puasa-syawal.jpg)