Minggu, 3 Mei 2026

Bacaan Niat Puasa Syawal, dan Cara Melaksanakannya, Harus 6 Hari Berurutan?

Bacaan Niat dan Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal, Apakah Harus Berurutan 6 Hari Penuh 

Tayang:
Editor: Imam Saputro
bersamadakwah.net
ILUSTRASI Puasa Syawal. Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasan mengenai mana yang sebaiknya didahulukan, puasa ganti (qadha) atau puasa Syawal. 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT.”

Baca juga: Kapan Waktu Terakhir Membayar Zakat Fitrah Ramadhan 2022? Cek Waktu Terbaik hingga Bacaan Niat Zakat

Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal

1. Puasa Syawal dilakukan selama enam hari

Bagi yang berpuasa Ramadhan dengan sempurna, lalu mengikutkan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh.

2. Diutamakan dikerjakan berurutan

Puasa Syawal diutamakan agar dikerjakan secara berurutan.

Tetapi jika tak bisa dikerjakan berurutan, boleh dikerjakan secara terpisah-pisah.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin juga berkata, “Lebih utama puasa Syawal dilakukan secara berurutan karena itulah yang umumnya lebih mudah.

Itu pun tanda berlomba-lomba dalam hal yang diperintahkan.”

3. Usahakan untuk mengganti utang puasa Ramadhan dahulu atau puasa Qodho

Jika Anda memiliki utang puasa Ramadhan, disarankan untuk menggantinya terlebih dulu (qodho' puasa).

4. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri.

Puasa Syawal diutamakan setelah Hari Raya Idul Fitri, tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.

Baca juga: Hukum Membayar Zakat Fitrah Setelah Melaksanakan Salat Idul Fitri, Apakah Diperbolehkan?

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved