Rusia Kelimpungan! Musuh Bertambah Banyak, Kini Duet Amerika-Jerman Terlibat dalam Perang di Ukraina

Rusia menghadapi tekanan hebat dari negara-negara barat selama invasi yang dilakukan di Ukraina.

Editor: Muh Ruliansyah
AFP/ALEXANDER NEMENOV
Tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol, saat pasukan Rusia mengintensifkan kampanye untuk merebut kota pelabuhan yang strategis, bagian dari serangan gencar besar-besaran yang diantisipasi di Ukraina timur, sementara Presiden Rusia membuat kasus menantang untuk perang terhadap tetangga Rusia. 

TRIBUNPALU.COM - Rusia menghadapi tekanan hebat dari negara-negara barat selama invasi yang dilakukan di Ukraina.

Tak hanya mendapat sanksi ekonomi, Rusia mendapat perlawanan dengan bantuan-bantuan yang diberikan negara barat untuk Ukraina.

Amerika Serikat (AS) akan menambah bantuan paket senjata baru senilai 150 juta dolar AS untuk perang Ukraina melawan invasi Rusia.

Demikian juga dengan Jerman yang akan mengirimkan senjata berat berupa tujuh unit self-propelled howitzer, Panzerhaubitze 2000, ke Ukraina.

Baca juga: Berani Tolak Perintah Putin Perangi Ukraina Pakai Nuklir, Ini yang Ditakuti Komandan Perang Rusia!

Rencana ‘Negeri Paman Sam’ mengirimkan paket senjata baru ke Ukraina diumumkan Presiden AS, Joe Biden, pada Jumat (6/5/2022) waktu setempat.

"Saya mengumumkan paket bantuan keamanan lain yang akan memberikan amunisi artileri tambahan, radar, dan peralatan lainnya ke Ukraina," kata Biden, sambil memperingatkan bahwa dana hampir habis dan mendesak Kongres untuk mengizinkan penyediaan lebih banyak.

Amerika Serikat diketahui sudah mengirimkan persenjataan senilai 3,4 miliar dolar AS ke Ukraina sejak Rusia menginvasi negara itu pada 24 Februari, termasuk howitzer, sistem Stinger anti-pesawat, rudal Javelin anti-tank, amunisi, dan drone "Hantu" yang baru-baru ini diungkapkan.

Dilansir dari AFP, menurut seorang pejabat senior AS, paket baru akan bernilai 150 juta dolar AS dan termasuk 25.000 peluru artileri 155 mm, radar kontra-artileri yang digunakan untuk mendeteksi sumber tembakan musuh, peralatan pengacau elektronik, peralatan lapangan, dan suku cadang.

Amunisi artileri tampaknya dimaksudkan untuk howitzer AS yang baru-baru ini dipasok.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menyebutkan, bantuan baru itu menambah nilai total persenjataan AS yang dikirim oleh pemerintahan Biden ke Ukraina menjadi 3,8 miliar dolar AS sejak Rusia meluncurkan invasi 72 hari lalu.

Paket bantuan senjata pada Jumat itu berarti sisa 250 juta dolar yang tersedia dari pendanaan resmi AS sebelumnya untuk Ukraina akan habis.

Biden mendesak Kongres untuk mengesahkan paket besar Ukraina senilai 33 miliar dolar AS, yang akan mencakup 20 miliar dolar AS bantuan militer dan berlangsung selama lima bulan.

Sementara itu, Biden dan para pemimpin G7 lainnya ditambah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, direncanakan bakal bertemu secara virtual pada Minggu (8/5/2022), untuk membahas dukungan Barat bagi negara tersebut dalam perjuangannya melawan invasi Rusia pimpinan Presiden Vladimir Putin.

"Amerika Serikat sudah memberikan sejumlah bantuan keamanan bersejarah ke Ukraina dengan kecepatan tinggi.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved