Sabtu, 11 April 2026

Puluhan Ribu Petani di Morowali Dapat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Kurang lebih 20.700 jiwa petani se Kabupaten Morowali masuk dalam daftar kerja sama program perlindungan sosial ini.

Handover
Puluhan ribu petani di Morowali didaftarkan ke Bpjamsostek secara simbolis ditandai dengan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Morowali dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (12/5/2022). 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Kabupaten Morowali lewat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mendaftarkan puluhan ribu petani menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) atau BPJamsostek.

Puluhan ribu petani di Morowali didaftarkan ke Bpjamsostek secara simbolis ditandai dengan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Morowali dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (12/5/2022).

Kurang lebih 20.700 jiwa petani se Kabupaten Morowali masuk dalam daftar kerja sama program perlindungan sosial ini.

Penandatanganan kerja sama yang dilakukan di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morowali dalam rangkaian acara Halal Bihalal itu dihadiri seluruh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Kelompok Tani se Kabupaten Morowali, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tengah, Kepala BPJS Morowali, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, serta Bupati Morowali bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat Bungku Tengah, pejabat eselon II, III, dan IV, serta tokoh masyarakat Kabupaten Morowali.

“Alhamdulillah hari ini kita akan melakukan penandatanganan MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan, dan kami juga sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang telah memberikan atensi besar di bidang pertanian, yang diwujudkan dengan banyaknya bantuan kepada para petani, sehingga meringankan beban biaya produksi” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali Andi Irman.

Adapun launching penyerahan BPJS Ketenagakerjaan kepada para petani rencananya akan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia.

“Jika tidak ada halangan, InsyaAllah pada launching penyerahan BPJS Ketenagakerjaan nanti, Bapak Menteri Pertanian akan datang langsung ke Morowali, semoga ini semua bisa terlaksana," ungkap Andi Imran.

Namun dalam keterangannya ia tidak menyebutkan kapan launching dan penyerahan BPJS Ketenagakerjaan tersebut bakal dilaksanakan.

Sementara, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah Raden Harry Agung Cahya mengatakan, untuk jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Kabupaten Morowali adalah yang terbesar dan terbanyak se Sulawesi Tengah.

Selain itu, kerja sama dalam upaya melindungi para petani tersebut merupakan pertama di Indonesia, di mana dalam pendaftaran awal dimasukkan sebanyak 20.700 peserta.

"Saat ini para petani dilindungi dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, yang apabila terjadi risiko akan menerima manfaat berupa biaya pengobatan perawatan yang tidak terbatas, santunan duka sebesar 42 juta, hingga beasiswa untuk 2 orang anak hingga 174 juta, tujuannya adalah bagaimana memberikan kesejahteraan bagi mereka dan keluarga apabila terjadi suatu risiko sosial kepada mereka selaku tulang punggung keluarga," kata Raden.

"Harapan kami hal ini dapat diikuti oleh pemda kabupaten/kota lainnya, termasuk provinsi, sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terutama pekerja rentan," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved