Bacaan dan Tafsir Surah Al Qiyamah Ayat 26 hingga 30, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Berikut ini TribunPalu sampaikan bacaan dan tafsir Surah Al Qiyamah lengkap dengan artinya.

handover/esqnews.id
ILUSTRASI- Baca Alquran 

Jangan sekali-kali terpengaruh dengan kehidupan duniawi dan ingatlah bahwa pada waktunya, jiwa manusia akan dicabut oleh malaikat maut.
Bila nyawa bercerai dengan tubuh, maka hubungan manusia dengan segala apa yang dimilikinya terputus dan ia akan menghadapi babak baru dari kehidupannya yang kekal dan abadi.

Dalam ayat lain, Allah berfirman: Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat. (al-Waqi'ah/56: 83-84)

Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang.

Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini?”

Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka.

Ayat 27 hingga 30 menggambarkan suasana orang yang dalam sakratulmaut ketika keluarganya bertanya-tanya, "Siapakah yang dapat menyembuhkan?"

Secara umum, pada saat seseorang sedang sakratulmaut, kaum famili dan sanak keluarganya ditimpa oleh kegelisahan, "Siapa dan dokter mana gerangan yang dapat menyembuhkan dia dari sakitnya?"

Artinya usaha-usaha pengobatan tetap dilakukan, namun orang harus yakin kalau memang sudah ajal, tidak seorang pun yang dapat menyelamatkannya dari ketentuan Allah itu.

Semuanya tanpa pandang bulu, bahkan semua yang fana ini pasti akan hancur. Hanya Allah sendiri yang tidak hancur.

Menurut Ibnu 'Abbas, ayat ini berarti "siapakah gerangan yang mencabut nyawanya, apakah malaikat azab atau malaikat rahmat".
Pokoknya terjadi saling bertanya, apakah si mayat berbahagia atau celaka dengan kematiannya.

Manusia memang tidak mengetahui sebelum kedatangan malaikat maut apakah ia akan selamat atau celaka.

(TribunPalu/Kim)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved