Kamis, 11 Juni 2026

Raja Marunduh Jadi Pahlawan Nasional

Pengusulan Raja Marunduh Jadi Pahlawan Nasional Didukung Anggota DPD RI Muhammad J Wartabone

Muhammad J Wartabone bertemu keluarga Raja Marunduh di Kolonodale, Morowali Utara, Senin (16/5/2022).

Tayang:
Editor: Haqir Muhakir
Handover
Muhammad J Wartabone bertemu keluarga Raja Marunduh di Kolonodale, Morowali Utara, Senin (16/5/2022). 

TRIBUNPALU.COM, MORUT - Pengusulan Raja Marunduh asal Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah menjadi Pahlawan Nasional didukung Anggota DPD RI Muhammad J Wartabone.

Muhammad J Wartabone bertemu keluarga Raja Marunduh di Kolonodale, Morowali Utara, Senin (16/5/2022).

Kehadiran Anggota DPD RI dalam rapat akbar bersama dosen sejarah Universitas Tadulako memaparkan pentingnya pengangkatan seorang pahlawan daerah, untuk dimajukan menjadi Pahlawan Nasional.

Menurut Wartabone, jika melihat persentase sejarawan Doktor Haliadi, Mokole Datu Ri Tanamarunduh ke XI itu layak menjadi Pahlawan Nasional.

Tetapi kata dia, proses itu agak panjang, maka dikrinya sebagai anggota DPD RI terus mendorong hal tersbeut.

"Bahkan saya sudah berkomitmen di tengah dewan adat dan keluarga Marunduh. Saya akan fasilitasi seminar di tingkat nasional dengan menghadirkan tokoh sejarawan tingkat Nasional kemudian tokoh sejarawan di tingkat provinsi agar representatif pengajuan syarat itu terpenuhi," ujarnya, Kamis (16/5/2022) siang.

Baca juga: Dikaitkan dengan Chandrika Chika, Akun Instagram Andhika Pratama Diserbu Wargenat

Dia juga meminta pihak keluarga serius berkomunikasi dengan pemerintah daerah, agar Rumah Sakit Umum di daerah bisa ditambah nama Raja Marunduh.

"Jadi nama beliau tidak akan hilang," tambah Anggota DPD RI Muhammad Wartabone.

Sementara menurut dosen sejarah Universitas Tadulako Dr Haliadi Sadi, Raja Marunduh XI layak untuk diusulkan jadi Pahlawan Nasional.

Perjuangan Raja Marunduh melawan Belanda sampai gugur di Benteng Wulanderi tanggal 17 Agustus tahun 1907.

"Jadi perjuangan orang Mori melawan Belanda dilakukan selama kurang lebih setengah abad. 54 tahun," ujar Haliadi.

Perjuangan pengurus adat Mori sangat panjang dan membutuhkan dukungan moril dan materil dalam melengkapi semua syarat yang di perlukan.

Sejauh ini, panitia berupaya melakukan penggalangan dana dengan membuka rekening untuk mengumpulkan donasi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved