Waspada Perang Nuklir Rusia Vs NATO, Pakar Ungkap Situasi Terkini di Ukraina
Konflik antara Rusia dan Ukraina semakin memanas memasuki bulan ketiga.
TRIBUNPALU.COM - Konflik antara Rusia dan Ukraina semakin memanas memasuki bulan ketiga.
Bahkan, perang yang semula hanya melibatkan dua negara kini meluas menjadi lebih besar.
Negara-negara NATO di bawah pimpinan Amerika Serikat kini ikut terlibat.
Sehingga berpotensi memicu terjadinya perang nuklir.
Apalagi hingga kini Rusia belum mampu menaklukan Ukraina.
Perang yang berlarut-larut membuat Presiden Rusia Valdimir Putin frustrasi.
Apalagi adanya campur tangan Amerika dan Negara-negara Barat di Ukraina.
Vladimir Putin dikabarkan marah besar dan mengerahkan senjat paling canggih untuk melumpuhkan perlawanan Ukraina.
Namun hasilnya, Ukraina belum bisa ditaklukan.
Karena itu Pakar Internasional memprediksi tidak menutup kemungkinan puncak dari rasa marah Putin itu dengan menggunakan Senjata Nuklir.
Perang Nuklir akhirnya tak bisa dihindarkan karena NATO akan menanggapi tindakan Putin dengan tindakan yang sama.
Jika itu terjadi menurut pakar, dampaknya akan sangat mengerikan.
Penggunaan senjata militer paling canggih dikerahkan dua negara selama perang berlangsung.
Kecuali senjata nuklir, hingga saat ini belum diturunkan dalam perang itu.
Namun demikian sebuah laporan pakar mengungkapkan perang nuklir antara Rusia dengan Amerika Cs (NATO) bisa saja terjadi di Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/jadi-negara-nuklir-terkuat-vladimir-putin-percaya-diri-perintahkan-militernya-mode-tempur.jpg)